Sektor Pertanian Kaltim Serap Pekerja Terbanyak

   •    Minggu, 10 Jun 2018 14:30 WIB
pertanian
Sektor Pertanian Kaltim Serap Pekerja Terbanyak
Petani. ANT/Adeng Bustomi.

Samarinda: Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2018, mampu menyerap tenaga kerja terbanyak hingga mencapai 20,61 persen dari total pekerja di wilayah tersebut.

Kepala BPS Provinsi Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan dari total jumlah pekerja pada semua lapangan usaha di Provinsi Kaltim sebanyak 1.690.093 orang, yang terserap di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 348.247 orang.

Serapan tenaga kerja dari sektor pertanian dalam arti luas yang sebanyak 348.247 orang itu mengalami penurunan 1,4 persen ketimbang Februari 2017 yang tercatat 22,01 persen.

"Pada Februari 2017, lanjutnya, jumlah tenaga kerja yang terserap pada 17 kategori utama lapangan kerja di Kaltim sebanyak 1.535.296 orang," jelas dia dikutip dari Antara, Minggu, 10 Juni 2018.

Ini berarti jumlah pekerja di Kaltim berdasarkan pendataan pada Februari 2018 terjadi penambahan sebanyak 154.797 orang. Penambahan ini karena jumlah pekerjanya menjadi 1.690.093 orang yang terserap di 17 kategori utama lapangan usaha.

Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian yang hingga kini masih menjadi pendorong utama terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim memberi andil terhadap serapan tenaga kerja hanya 7,13 persen atau menyerap 120.502 pekerja.

Jumlah pekerja di sektor pertambangan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Februari 2017 yang tercatat 6,76 persen atau sebanyak 103.822 tenaga kerja.

Sektor kedua setelah pertanian dalam arti luas yang mampu menyerap jumlah pekerja terbanyak adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor dengan andil 19,19 persen atau mencapai 324.380 tenaga kerja, turun ketimbang periode sebelumnya yang tercatat 23,16 persen.

Lapangan usaha yang memberikan andil serapan tenaga kerja terbanyak ketiga adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan andil 9,28 persen atau sebanyak 156.868 tenaga kerja, naik ketimbang periode sebelumnya yang menyerap 8,32 persen pekerja.

"Lapangan usaha yang paling sedikit menyerap tenaga kerja Kaltim adalah sektor pengadaan listrik, gas, air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang hanya berkontribusi 0,79 persen atau menyerap 13.435 tenaga kerja," ucap Atqo.


(SAW)