BIJB Kertajati akan Layani Penerbangan Umrah

Ilham wibowo    •    Selasa, 25 Sep 2018 16:47 WIB
penerbangan
BIJB Kertajati akan Layani Penerbangan Umrah
Illustrasi. Medcom/Rizal.

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Bandara International Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka akan melayani penerbangan umrah. Layanan perdana bakal dilaksanakan pada pertengahan Oktober tahun ini.

"Maskapai sudah ada untuk (layanan) umrah," ujar Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Pramesti di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

Sejumlah penerbangan rencananya akan dipindahkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke BIJB. Beberapa penerbangan domestik bahkan telah ada saat ini seperti Wings Air dan Citilink tujuan Surabaya. Sementara untuk penerbangan internasional baru maskapai Lion Air yang memastikan bakal bergabung dalam layanan umrah ini.  

Layanan penerbangan langsung tujuan Jedah Arab Saudi dinilai cukup potensial untuk dikembangkan. Pada 2017 saja, Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia dengan menerbangkan 875.958 penumpang. Masyarakat Jawa Barat pun tercatat berkontribusi paling besar dengan 18 persen dari jumlah nasional dalam memberangkatkan jamaah umrah.

"Yang jelas sekarang aksesibilitas disiapkan, infrastruktur lain seperti hotel, komersial area, itu yang kita tunggu dari daerah, kalau itu sudah siap baru kita kembangkan," ungkapnya.

Layanan umrah merupakan tahap awal untuk pengembangan BIJB ke level berikutnya. Hingga saat ini, progers pengerjaan landasan pacu pesawat masih dilakukan untuk memenuhi syarat penerbangan internasional sepanjang 3.000 meter.

"Perpanjangan runway sedang on progres, tahun ini lah (rampung)," tuturnya.

Kehadiran BIJB yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 ini belum dapat dioperasionalkan secara penuh untuk maskapai reguler. Meski demikian, Polana meyakini bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta ini bakal tumbuh setelah infrastruktur penunjang rampung.

"Ya salah satu masalahnya akses, kemudian infrastruktur lain," tandasnya.


(SAW)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA