Syarat Perusahaan BUMN Diizinkan Melantai di Pasar Modal

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 14 Aug 2018 08:32 WIB
bumnkementerian bumn
Syarat Perusahaan BUMN Diizinkan Melantai di Pasar Modal
Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Kementerian BUMN)

Kupang: Pemerintah baru akan mengizinkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau menjadi perusahaan terbuka jika benar-benar membutuhkan pendanaan. Sejauh ini, pemerintah berharap perusahaan BUMN benar-benar menjadi agen pembangunan bagi perekonomian Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan bahwa perusahaan BUMN diizinkan melantai jika benar-benar membutuhkan dana. Jika tidak, pemerintah tak memberikan izin untuk melakukan aksi korporasi berupa pelepasan saham di pasar modal. Adapun salah satu perusahaan BUMN yang tidak menjadi perusahaan terbuka adalah PT Pegadaian (Persero).

"Kita melihat apakah ada kebutuhan pendanaan. Jadi (pegadaian) sejauh ini tidak perlu menjadi perusahaan terbuka," kata Rini, di Kupang, NTT, Selasa, 14 Agustus 2018.

Rini menilai untuk mengizinkan perusahaan pelat merah melantai di bursa maka harus melalui banyak pertimbangan. Menurutnya perusahaan BUMN adalah aset negara yang keberlangsungannya harus dijaga untuk generasi mendatang.

"Ini kan aset negara. Jadi aset untuk anak cucu. Jadi tugas Ibu ini jaga BUMN untuk sehat terus. Jadi bisa diteruskan ke cucu," jelas dia.

Ia mengungkapkan cara menjaga BUMN untuk sehat terus adalah dengan mendorong perusahaan meningkatkan nilai. "Jadi saat ini yang dilakukan adalah bagaimana meningkatkan nilai," imbuh dia.

Untuk Pegadaian, masih kata Rini, sasaran perusahaan itu adalah masyarakat menengah ke bawah. Sejauh ini, Pegadaian memiliki kekuatan tersendiri untuk menjalankan roda perusahaan. Pemerintah pun mendukung kinerja Pegadaian melalui Penanaman Modal Negara (PMN).

"Jadi Pegadaian buat program untuk menengah ke bawah dan punya kekuatan sendiri karena ada modal dari negara," pungkas dia.


(ABD)