Kenaikan Bunga Penjaminan Valas Cegah Dana Asing Keluar

Husen Miftahudin    •    Rabu, 12 Sep 2018 19:48 WIB
lps
Kenaikan Bunga Penjaminan Valas Cegah Dana Asing Keluar
LPS. Dok:MI.

Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan suku bunga penjaminan simpanan valuta asing (valas) di bank umum sebesar 0,5 persen atau 50 basis poin (bps) menjadi 2,0 persen. Kenaikan ini demi meningkatkan daya tarik instrumen simpanan valas domestik sehingga mampu mencegah dana keluar (outflow).

Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan kenaikan suku bunga penjaminan valas mampu meningkatkan daya tarik simpanan valas di pasar domestik. Pasalnya, kenaikan rate valas membuat simpanan suku bunga di perbankan meningkat sehingga imbal hasil obligasi terkerek.

Ada kebiasaan golden rule dalam penentuan kupon obligasi, yaitu harus di atas suku bunga simpanan di bank-bank milik pemerintah. Saat suku bunga deposito naik, maka imbal hasil investasi di obligasi juga ikut meningkat.

"Kondisi seperti ini tentunya bagaimana kita bisa menarik dana-dana valas yang ada di luar untuk masuk pasar domestik, karena ternyata insentifnya atau return-nya enggak semenarik dengan di luar. Jadi itu jadi salah satu pertimbangan (LPS menaikkan suku bunga penjaminan valas)," ujar Destry dalam konferensi pers di kantor LPS, Equity Tower, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 12 September 2018.

Di sisi lain, kenaikan tersebut juga untuk menyesuaikan kondisi riil suku bunga transaksi. Ini lantaran adanya jarak antara suku bunga valas di perbankan dengan term deposit valas yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) sebanyak 50 bps.

"Di situlah (kenaikan bunga penjaminan valas) tercermin kondisi pasar sebenarnya untuk valas kita," tegasnya.

Destry melihat tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga masih kencang dalam beberapa waktu ke depan. Alhasil potensi arus modal keluar untuk menghindari penurunan margin karena selisih kurs juga tinggi.

"Tekanan rupiah dalam satu bulan ini cukup gencar dan juga perkiraan risiko likuiditas ke depan yang cukup tinggi. Kami dalam rapat dewan komisioner memutuskan bahwa LPS rate untuk valas di level 1,5 persen jauh dari kondisi pasar yang sebenarnya, sehingga kita putuskan kenaikannya 50 bps," pungkas Destry.

Selain suku bunga penjaminan simpanan valas, LPS juga menaikkan suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum sebesar 0,25 persen menjadi 6,5 persen dan bunga penjaminan simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) naik 0,25 persen menjadi sembilan persen. Tingkat bunga penjaminan LPS ini berlaku untuk periode 13 September 2018 hingga 12 Januari 2019.

 


(SAW)