Manusia belum akan Tergantikan oleh Robot

   •    Kamis, 12 Apr 2018 10:20 WIB
revolusi industri
Manusia belum akan Tergantikan oleh Robot
Ilustrasi. (Foto: Antara/Asim).

Jakarta: Dunia yang kini memasuki era disrupsi, ketika pergerakan dunia industri yang serba cepat ditopang penggunaan teknologi, dikhawatirkan menjadi ancaman pada bursa tenaga kerja.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kepala Perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Winfried Wicklein, dalam temu media di Jakarta, kemarin, mengakui bahwa sejumlah pekerjaan di negara-negara Asia akan hilang akibat otomasi.

Namun, menurut dia, perkembangan tersebut juga memunculkan sisi positif bahwa peningkatan permintaan pada teknologi mutakhir juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru sebagai hasil dari manfaat produktivitas.

"Jadi kami tidak terlalu pesimistis tentang hilang-nya lapangan kerja akibat teknologi baru dalam jangka pendek hingga menengah," ungkap Winfried seperti dikutip Antara, Rabu, 11 April 2018.

ADB memandang teknologi baru umumnya hanya mengotomasikan sebagian tugas di suatu pekerjaan, bukan keseluruhan pekerjaan tersebut. Selain itu, otomasi pekerjaan hanya dapat dijalankan jika layak secara teknis maupun ekonomi.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tersebut membutuhkan pengawasan dan sikap proaktif dari pengambil kebijakan untuk memastikan agar manfaat dari teknologi baru dapat terbagi ke seluruh masyarakat, terutama angkat-an kerja. Hal tersebut memerlukan upaya yang terkoordinasi dalam mereformasi sektor pendidikan, mempertahankan fleksibilitas pasar tenaga kerja, memperkuat sistem perlindungan sosial, dan mengurangi ketimpangan pendapatan.

"ADB saat ini tengah mendukung pemerintah bersiap menghadapi tantangan tersebut, antara lain dengan melakukan kajian tentang dampak teknologi disruptif terhadap makroekonomi dan sektor-sektor tertentu seperti manufaktur, keuangan, energi, dan pembangunan perkotaan," kata Winfried.

Ekonom senior ADB Priasto Aji, justru berharap perkembangan di bidang teknologi mampu memunculkan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. "Dengan begitu, diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga enam persen," pungkas Priasto. (Media Indonesia)

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA