Kemenperin Gunakan Mesin Lokal Campur Karet ke Aspal

Husen Miftahudin    •    Senin, 07 Jan 2019 14:03 WIB
industri karetkementerian perindustrian
Kemenperin Gunakan Mesin Lokal Campur Karet ke Aspal
Ilustrasi petani karet. (FOTO: MI/Bary)

Jakarta: Pemerintah terus mendorong pemanfaatan karet dalam negeri. Langkah ini dilakukan agar harga karet lokal mengalami peningkatan sehingga tidak merugikan petani dalam negeri.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengakui penggunaan karet dalam negeri akan terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pemanfaatan campuran karet pada aspal.

"Karet siap dicampurkan dengan aspal sehingga aspal karetnya bisa digunakan untuk membuat jalan," ujar Sigit usai rapat koordinasi (rakor) karet di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.

Kemenperin merupakan salah satu kementerian yang mendapat tugas untuk meningkatkan pemanfaatan karet dalam negeri. Dalam hal ini Kemenperin menggunakan tiga teknologi untuk mencampurkan (blended) karet ke dalam aspal.

"Ada tiga teknologi, ada yang menggunakan latex, masterbatch, dan skat. Mesin (blended) itu dari lokal," imbuhnya.

Adapun kandungan karet yang dicampurkan ke dalam aspal sebanyak tujuh hingga delapan persen. Sigit memastikan kualitas campuran aspal karet setara dengan aspal murni. "Bahkan (kualitas aspal campuran karet) ada yang lebih bagus," jelas dia.

Aspal campuran karet akan digunakan pemerintah untuk pembangunan jalan pada jalan-jalan nasional yang mengalami kerusakan. Tahap pertama, pemerintah akan menggunakan aspal campuran karet di beberapa provinsi.

"Tahap pertama ada beberapa provinsi seperti Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat," pungkas Sigit.

 


(AHL)