BPS: Persentase Penduduk Miskin Turun Jadi 9,66%

Ilham wibowo    •    Selasa, 15 Jan 2019 16:17 WIB
kemiskinanbps
BPS: Persentase Penduduk Miskin Turun Jadi 9,66%
Kemiskinan. MI/Pradipta.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Persentase penduduk miskin Indonesia terus mengalami penurunan. Catatan terakhir, profil kemiskinan berada pada angka 9,66 persen. 

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan penduduk miskin 9,66 persen tersebut merupakan hasil survei resmi untuk periode September 2018. Selisih penurunan tercatat 0,16 persen poin terhadap Maret 2018 dan menurun 0,46 persen poin terhadap September 2017. 

"Jumlah penduduk miskin pada September 2018 sebesar 25,67 juta orang menurun 0,28 juta orang terhadap Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017," ungkap Suhariyanto di kantornya, Jalan dr. Sutomo, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 7,02 persen, turun menjadi 6,89 persen pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 13,20 persen, turun menjadi 13,10 persen pada September 2018. 

Dibanding Maret 2018 jumlah penduduk miskin September 2018 di daerah perkotaan turun sebanyak 13,1 ribu orang. Jumlah tersebut menambah penduduk miskin dari 10,14 juta orang pada Maret 2018 menjadi 10,13 juta orang pada September 2018. 

"Untuk daerah perdesaan turun sebanyak 262,1 ribu orang dari 15,81 juta orang pada Maret 2018 menjadi 15,54 juta orang pada September 2018," paparnya. 

Lebih lanjut, Garis Kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar Rp410.670/kapita/bulan. Nilai tersebut setara dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp302.022 (73,54 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp108.648 (26,46 persen). 

"Pada September 2018 secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,63 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp1.901.402 per rumah tangga miskin untuk per bulan," pungkasnya. 


(SAW)