Pemerintah Siap Sokong Ekonomi Kreatif

Wandi Yusuf    •    Kamis, 08 Nov 2018 10:38 WIB
ekonomi kreatif
Pemerintah Siap Sokong Ekonomi Kreatif
Menteri Keuangan Sri Mulyani/Medcom.id

Nusa Dua: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ekonomi kreatif adalah kunci bagi perekonomian bangsa. Sifatnya yang inklusif menjadikan ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan ekonomi di Indonesia.

“Ekonomi kreatif harus menjadi besar untuk membantu mengatasi persoalan bangsa," kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara di Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua Bali, Rabu, 7 November 2018.

Sri menjelaskan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh hingga 5,27 persen pada 2018. Sedangkan angka pengangguran menurun dari 9,75 persen menjadi 5,19 persen. Angka kemiskinan juga menurun dari 16,38 persen menjadi 9,32 persen.

Baca: Isu Ekonomi Kreatif akan Dibawa ke Sidang Umum PBB

Menurut dia, dunia telah bergeser kepada era baru yaitu era teknologi digital. Kehadiran internet dan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi memacu era teknologi digital.

Indonesia, lanjut Sri, berada di era industri 4.0, yaitu industri dengan internet of think (IoT) dan sistem siber.  Ia menyatakan negara berperan mendukung perkembangan teknologi finansial untuk pertumbuhan perekonomian dan ekonomi kreatif.

"Negara memberikan kebijakan, dukungan infrastruktur, dan pembiayaan, serta perlindungan siber," katanya.

Mobilitas tinggi generasi milenial, kata dia, memengaruhi perubahan perekonomian nasional. Misalnya, mereka lebih memilih menggunakan aplikasi kendaraan online daripada membeli kendaraan pribadi. "Ini bisa menjadi peluang pelaku ekonomi di Indonesia," ujarnya.

Baca: Dubai Tertarik Meniru Pesta Ekonomi Kreatif Indonesia

Dengan perkembangan teknologi digital, karir di bidang ekonomi kreatif meningkat dan menyebar luas di masyarakat. “Fenomena ini bukan hanya baik untuk masyarakat, tetapi juga untuk solusi perekonomian nasional,” ucap Sri.

WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil. Ada empat isu utama yang akan dibahas, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.


(OJE)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA