Sektor Jasa Keuangan Positif

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 01 Nov 2018 17:44 WIB
ojkjasa keuangan
Sektor Jasa Keuangan Positif
OJK (MI/RAMDANI).

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja sektor jasa keuangan dalam negeri dalam kondisi positif di tengah dinamika eksternal yang dapat memengaruhi kinerja sektor jasa keuangan. Sejumlah indikator intermediasi keuangan mencatat perkembangan positif antara lain pertumbuhan kredit perbankan 12,69 persen (yoy) serta penghimpunan dana di pasar modal yang mencapai Rp143,6 triliun per 19 Oktober 2018 (ytd).

"Sementara itu, pada kuartal III-2018, volatilitas di pasar modal domestik masih berlanjut seiring masih tingginya tekanan dari pasar global. Namun, tekanan jual investor nonresiden terpantau menurun dibandingkan kuartal sebelumnya," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana, di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Di tengah volatilitas pasar tersebut, profil risiko sektor jasa keuangan terpantau dalam kondisi terkendali. Permodalan lembaga jasa keuangan berada di level memadai untuk mengantisipasi peningkatan risiko sekaligus mendukung ekspansi pembiayaan. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per kuartal III-2018 berada pada level 23,03 persen.

Sedangkan Rish-Based Capital (RBC) untuk asurasi umum dan jiwa masing-masing sebesar 315 persen dan 430 persen. Kualitas aset lembaga jasa keuangan masih terjaga, dengan rasio Non-Peforming Loan (NPL) gross perbankan dan Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan masing-masing sebesar 2,66 persen dan 3,17 persen.

Meski mengalami peningkatan risiko pasar, lembaga jasa keuangan relatif dapat melakukan mitigasi secara efektif, tercermin antara lain dari nilai investasi asuransi dan dana pensiun yang cenderung stabil. Dana kelolaan industri pengelolaan investasi per 19 Oktober 2018 tercatat sebesar Rp729,6 triliun, meningkat 7,23 persen dibandingkan akhir 2017.

Secara kelembagaan, OJK senantiasa berupaya memperkuat pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan, khususnya kegiatan operasional yang dengan terkait risiko pasar dan risiko likuiditas. Selain itu, OJK juga melanjutkan inisiatif pendalaman pasar keuangan dalam upaya memperkokoh ketahanan pasar domestik.

Pada kuartal III-2018 OJK telah mengeluarkan paket kebijakan di sektor jasa keuangan untuk mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. OJK memandang masih terdapat ruang yang cukup dalam koridor kehati-hatian untuk mengimplementasikan beberapa kebijakan, dengan tetap menjaga stabilitas industri jasa keuangan.

"Kebijakan-kebijakan tersebut di antaranya terkait insentif untuk industri yang berorientasi ekspor dan penghasil devisa. pembiayaan sektor perumahan. dan pengembangan instrumen pembiayaan di pasar modal," pungkas dia.


(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA