Alasan Industri Halal di Indonesia Belum Optimal

Nia Deviyana    •    Sabtu, 08 Dec 2018 13:15 WIB
Industri Halal
Alasan Industri Halal di Indonesia Belum Optimal
Suasana Training Media bersama CIMB Niaga Syariah, di Bogor, Jawa Barat (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)

Bogor: Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan industri halal mengingat mayoritas penduduknya adalah Muslim. Namun, industri halal di Indonesia dianggap kalah bila dibandingkan dengan dengan negara tetangga.

Kepala Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar menilai butuh penguatan insentif dari pemerintah agar industri halal bisa lebih berkembang. Keberpihakan menjadi penting agar Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri terkait pengembangan industri halal.

"Kebijakan yang berpihak pada industri halal, seperti insentif memang sudah ada tapi harus diperkuat. Malaysia, misalnya, untuk bikin warehouse diberikan 5-10 persen free fiskal di awal untuk 5-10 tahun," ujarnya, dalam Training Media bersama CIMB Niaga Syariah, di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

Selain itu, tambahnya, harus ada keberpihakan dari masyarakat. Sapta mencontohkan kenapa industri ayam potong di Malaysia lebih berkembang dibandingkan dengan di Indonesia, tak lain karena masyarakat Indonesia yang cenderung tidak peduli sehingga produk halal belum bisa bersaing secara optimal.

Di Malaysia, kata dia, telah disiapkan regulasi yang mengharuskan produk ayam halal mulai dari pakan hingga pemotongan sesuai dengan prinsip kehalalan. Hal itu karena masyarakat di sana sangat peduli dengan keaslian label halal.

"Kalau di Indonesia pemotongan ayam kalau sudah pakai Bismillah itu berarti halal. Padahal tekniknya juga harus benar. Kalau orang Malaysia yang begini benar-benar diperhatikan, kalau masyarakat Indonesia masih cuek," pungkasnya.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA