Mandiri Hitung Jumlah Debitur Terdampak Gempa Palu

Desi Angriani    •    Jumat, 05 Oct 2018 19:27 WIB
bank mandiriGempa Donggala
Mandiri Hitung Jumlah Debitur Terdampak Gempa Palu
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tengah menghitung jumlah debitur yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka akan mendapat keringanan terhadap kewajiban atau restrukturisasi utang sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami lagi hitung totalnya, dari sisi regulasi dimungkinkan memberikan keringanan apabila terjadi bencana. Di Lombok pun kita lakukan hal sama, jadi kita lagi data total berapa nasabah terdampak dan nanti kita koordinasikan dengan OJK," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo ditemui di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Tiko mengungkapkan para debitur yang terdampak bencana semestinya mendapatkan keringanan. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan OJK No. 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

"Karena memang kita tahu nasabah yang terdampak gempa biasanya ada perlakuan khusus oleh regulator dan kami sedang diskusi dengan OJK," imbuh dia.

Terkait operasional bank pascagempa dan tsunami, Mandiri akan mengoperasikan lima kantor cabang di Sam Ratulangi dan enam unit ATM di Palu, Sulawesi Tengah. Pembukaan operasional cabang ini untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan.

"Kondisi perbankan memang isunya dari sisi network ya, kita usahakan dalam dua-tiga hari ini ada lima cabang operasi di Palu, Donggala dan Sigi," tambahnya.

Selain itu, bank pelat merah ini juga fokus pada aksi kemanusian seperti membangun posko dapur umum dan posko kesehatan termasuk penanganan air bersih. Tiko meyakini aktivitas ekonomi di wilayah tersebut akan mulai pulih dua pekan mendatang, khususnya setelah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan aliran listrik kembali normal.

"Kita juga fokus melakukan aksi kemanusiaan untuk mengadakan dapur umum, air besih juga penanganan kesehatan juga. Kita harapkan aktivitas ekonomi dua minggu ke depan semakin membaik," pungkasnya.

BNPB sebelumnya memperbarui total korban jiwa akibat gempa 28 September 2018, yakni 1.571 orang. Sebanyak 1.352 korban berasal dari Palu, Donggala 144 orang, Sigi 62 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan Pasangkayu, Sulawesi Barat, satu orang.

Selain itu, 2.549 orang dinyatakan mengalami luka berat. Mereka sedang mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

 


(AHL)