Bencana Alam Gerus Rp22 Triliun Aset Pemerintah Setiap Tahun

Husen Miftahudin    •    Senin, 17 Dec 2018 19:15 WIB
bencana
Bencana Alam Gerus Rp22 Triliun Aset Pemerintah Setiap Tahun
Illustrasi Dok : AFP.

Jakarta: Sebagai negara yang dikelilingi Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia rentan terjadi gempa bumi. Sayangnya, banyak bangunan dan properti yang ada di Tanah Air tak mampu bertahan bila diguncang gempa.

Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku aset properti negara selalu tergerus tiap tahun akibat bencana alam. Negara harus merugi sekitar Rp22 triliun setiap tahunnya.

"Setiap tahun sekitar Rp22 triliun value of asset kita hilang oleh bencana. Rp22 trillions is not a small money, dan itu adalah sesuatu yang harus terus kita perbaiki," ujar Sri Mulyani dalam acara Property Outlook 2019 di Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin, 17 Desember 2018.

Hal itu membuat Sri Mulyani meminta jajarannya, baik Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membenahi setiap properti dan bangunan yang dimiliki negara.

"Banyak sekali properti, gedung-gedung pemerintah, semuanya rentan erosi atau mengalami penurunan value karena tanah kita termasuk intrusi dari air laut," bebernya.

Dia meminta jajarannya menggandeng ahli lingkungan, teknik sipil, dan arsitek yang mumpuni dalam membangun properti negara yang tahan terhadap bencana alam. "Seluruh properti di Indonesia harus lebih resilience terhadap potensi bencana alam yang ada di Indonesia," tegasnya.

Sri Mulyani juga meminta jajarannya untuk mengingatkan kementerian dan lembaga agar membangun properti negara yang tahan terhadap guncangan gempa bumi.

"Saya berharap kultur pemahaman terhadap bencana itu juga di-introduce oleh LMAN dan DJKN. Jangan sampai setiap tahun kita mengeluarkan belanja modal tapi setiap tahun kita juga kehilangan aset," tutup dia.


(SAW)