Mentan Amran Lepas Ekspor Perdana Jagung Tahun 2018

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 14 Feb 2018 15:19 WIB
berita kementan
Mentan Amran Lepas Ekspor Perdana Jagung Tahun 2018
Mentan Andi Amran Sulaiman melepas secara simbolis ekspor perdana jagung hasil pertanian Provinsi Gorontalo ke Filipina sebanyak 57.650 ton (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Gorontalo: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melepas secara simbolis ekspor perdana jagung hasil pertanian Provinsi Gorontalo ke Filipina. Total pengiriman perdana sebanyak 57.650 ton.

Ekspor ditandai dengan pemecahan guci di dermaga tempat kapal pengangkut jagung berlabuh. Pelepasan ekspor jagung tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roemkono, Kepala KPPU Syarkawi Rauf, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriyadi, Aster KASAD Mayjen TNI Supartodi, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, tokoh masyarakat Gorontalo Fadel Muhammad, dan tamu undangan dari berbagai instansi.

Amran mengaku sangat bahagia karena mampu merealisasikan ekspor jagung. Menurutnya, hal itu bisa diwujudkan berkat kerja keras dari semua pihak.

"Perasaan lega luar biasa. Kami sangat apresiasi Pak Gubernur, Wakil Ketua Komisi IV Roemkono, Pak Fadel, ini luar biasa. Ini kerja keras kita semua pihak," kata Amran dalam kata sambutan, di Pelabuhan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 14 Februari 2017.

Amran menjelaskan, tujuan ekpor jagung dari Provinsi Gorontalo adalah Filipina. Target ekspor jagung Bumi Serambi Madinah itu pada 2018 sebesar 100 ribu ton.

"Pengiriman akan dilakukan secara bertahap. Hari ini dimulai sebanyak 57.650 ton," ucap pria peraih tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI tahun 2007.

Amran menyebutkan, ekspor jagung merupakan realisasi perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Filipina pada 2017. "Kami sudah ada MoU dengan Menteri pertanian Filipina di depan Presiden Filipina dan Presiden Indonesia, tahun lalu. Hari ini kita realisasikan," ucapnya.

Selain itu, Amran menyebutkan bahwa pemerintah akan terus menggenjot sektor produksi pertanian di Indonesia. Sehingga, jumlah ekpor jagung maupun produksi komoditas lain bisa meningkat.

"Tahun ini kita siapkan bibit jagung untuk 3 juta hektare lebih, juga padi dan kedelai. Itu semua gratis. Kalau petani untung, pasti dia tanam," ujar Mentan.


(ROS)