Cara Kementan Gaet Minat Generasi Muda Geluti Sektor Pertanian

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 14 Nov 2017 17:00 WIB
berita kementan
Cara Kementan Gaet Minat Generasi Muda Geluti Sektor Pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Palangkaraya: Selain memiliki tanggung jawab memenuhi target swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki pekerjaan rumah menggaet generasi muda agar tertarik menekuni profesi petani.

Kehadiran generasi muda di sektor pertanian sangat diperlukan. Sebab, mustahil negeri ini bisa berswasembada pangan jika sumber daya manusia (SDM) agraris didominasi oleh kaum tua, bukan anak muda.

Berbagai cara dilakukan agar kaum milenial tertarik menggeluti sektor agraris Indonesia. Di berbagai tempat dan kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman memotivasi generasi muda agar mau menjadi petani.

Menurut Amran, melalui sektor agraris kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat ditingkatkan. "Kalau mau kaya, bergeraklah dibidang pertanian. Mau jadi konglomerat, jadi lah petani," kata Amran, saat memberikan kuliah umum di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa 14 November 2017.

Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Palangkaraya, Amran menyampaikan perkembangan yang dicapai sektor pertanian sehingga diyakini dapat mengangkat kesejahteraan. Di antaranya melalui ekspor jagung dan beras organik yang dibanderol sangat tinggi di luar negeri.

Selain menjanjikan di sektor ekonomi, cara Amran mengajak muda-mudi agar mau menggeluti sektor pertanian yaitu dengan memanfaatkan teknologi. Amran menyebutkan, saat ini pihaknya selalu menerapkan unsur teknologi dalam setiap proses bertani.

"Agar semua mahasiswa mau turun. Kalau dengan cara manual, mana mau turun. Kalau dengan tekhnoligi, baru mau turun," ungkap dia.

Amran mengaku, upaya itu cukup berhasil. Hingga saat ini setidaknya sudah ada sekitar 300 ribu anak mudah tergabung dalam Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita).

"Mahasiswa kami ikutkan, dosen kami ikutkan, tapi dengan teknologi sehingga dia mau turun. Mahasiswa kami libatkan," kata Amran.


(ROS)