Kemkominfo: 4,6 Juta Umkm Telah Go Online

   •    Rabu, 15 Nov 2017 16:14 WIB
umkm
Kemkominfo: 4,6 Juta Umkm Telah <i>Go Online</i>
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan 4,6 juta UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) atau sekitar sembilan persen delapan juta total UKM telah masuk dalam perdagangan online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga 2019, namun sekarang baru 4,6 juta," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 November 2017.

UMKM, menurut dia, pada akhirnya dapat memasarkan produknya lebih luas melalui platform online, sekaligus juga memberikan ruang bagi munculnya para pelaku-pelaku enterpreneur baru.

"Misalnya saat ini, dengan go jek, sudah bisa melalui dapur langsung dikirim ke pemesan, asal punya brand, tidak perlu lagi misalnya punya rumah makan, asal bisa pandai masak," katanya.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenetrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, pihaknya sejak lama telah mendorong UKM untuk terlibat dalam ekonomi digital.Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pendampingan terhadap para UKM untuk dapat go online.

Ia mengatakan, saat ini UMKM yang memiliki kapasitas yang memadai terus didorong Kementerian untuk online. Diantaranya dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas sehingga produk yang dijual memiliki standar kualitas yang tinggi.

"Seperti misalnya tentang hak cipta, jangan sampai kita sudah promosikan ternyata dimiliki orang lain," katanya.

Ia mengatakan, UKM go online yang terdata Kementerian Koperasi dan UKM mencapai 3,79 juta.

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Septriana Tangkary mengatakan 4,6 juta UMKM yang telah go online tersebut berasal dari data kementerian/lembaga dan tujuh marketplace besar yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli.com, Lazada, Shopee, Blanja.com dan MatahariMall.com.


(SAW)