OJK: Akuisisi Danamon oleh Bank Jepang Harus Menguntungkan Ekonomi RI

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 10 Nov 2017 10:58 WIB
bank danamon
OJK: Akuisisi Danamon oleh Bank Jepang Harus Menguntungkan Ekonomi RI
Ilustrasi Bank Danamon. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengetahui rencana Bank of Tokyo Mitshubisi UFJ yang ingin mengambil alih atau akuisisi 40 persen saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Namun, rencana tersebut belum diutarakan secara resmi pada otoritas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana akan meminta bank asal Jepang tersebut untuk membuat rencana bisnis yang jelas dalam niatannya mengakuisisi Danamon. Dia mengatakan, dalam akuisisi tersebut tentu harus mampu menopang ekonomi Indonesia.

"Kita akan minta mereka dalam rencana-rencananya untuk sampaikan secara konkrit bagaimana mereka bisa berkontribusi ke ekonomi kita," kata Heru di kantor pusat OJK, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Baca: Bank of Tokyo-Mitsubishi Incar Saham Bank Danamon USD1,76 Miliar

Misalnya memberikan penyaluran kredit yang berhubungan dengan program-program pemerintah, yakni ke program infrastruktur, atau sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Jangan sampai mereka datang hanya memberikan kredit pada (orang) Jepang saja. Kita harapkan mereka buat rencana bisnis yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional," tutur dia.

Baca: Bank Danamon Akui Ada Investor yang Tertarik Ambil Saham

Lebih jauh, dirinya menambahkan, ketentuan lain yang harus melengkapi persyaratan yang harus diajukan pada Tamasek, sebagai pemergang saham tertinggi, mereka juga harus menyelesaikan aturan yang terkait di pasar modal.

"Karena itu (Danamon) perusahaan terbuka, nanti juga akan terkait dengan langkah-langkah di pasar modal," jelas dia.


(AHL)