Upaya Pemerintah Menarik Pemuda ke Pertanian

Tri Kurniawan    •    Kamis, 09 Nov 2017 16:29 WIB
berita kementan
Upaya Pemerintah Menarik Pemuda ke Pertanian
Agung Hendriadi (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melihat produk holtikultura di perayaan HPS Provinsi Jabar. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Metrotvnews.com, Bogor: Pemerintah sangat berharap pemuda mau membangun pertanian. Upaya pemerintah menarik minat pemuda ke pertanian cukup banyak antara lain modernisasi peralatan.

"Dalam mendukung pembangunan pertanian modern yang menjadi tuntutan pemuda saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membagikan lebih dari 180 ribu unit alat mesin pertanian," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Provinsi Jawa Barat di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 9 November 2017.

Selain untuk menarik minat pemuda, peralatan yang modern diharapkan bisa meningkatkan produksi pangan. Upaya lainnya adalah pencetakan sawah baru seluas 150 ribu hektare.

Kemudian, rehabilitasi jaringan seluas 3 juta hektare, pembangunan embung sebanyak 3.700 unit, dan pemanfaatan lahan gambut dan rawa hampir 500 ribu hektare.

"Yang tidak kalah penting, kami meluncurkan asuransi usaha tani. Saat ini kira-kira baru dimanfaatkan 60 persen. Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan," ujar Agung.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, dirinya bangga dengan petani Jawa Barat karena bisa menjadi salah satu pemasok terbesar beras nasional. Padahal, area tanam di Jawa Barat tidak seluas Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Jawa Timur sawahnya masih 1,4 atau 1,5 juta hektare. Jawa Tengah 1,15 juta hektare, Jawa Barat cuma 900 ribu hektare. Meski area sawahnnya lebih sedikit, produktivitasnya paling tinggi."

Tak hanya itu, 50 persen protein hewani nasional dipasok dari Jawa Barat. 40 persen produk holtikultura dari Jawa Barat. Ahmad Heryawan juga menyebut 70 persen teh yang beredar di Indonesia dari Jawa Barat.

"Dengan prestasi ini, kita harus terus menuju ketahanan pangan lebih baik. Kita harus menghormati produk yang kita produksi sendiri," katanya.


(TRK)