Hutchison Kecewa atas Demo SP JICT

   •    Jumat, 11 Aug 2017 12:36 WIB
ka-jict
Hutchison Kecewa atas Demo SP JICT
Sejumlah pekerja dari SPJICT melakukan unjuk rasa di depan gedung Kementerian BUMN beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Syailendra Hafiz)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hutchison Ports menyampaikan kekecewaan terhadap aksi industrial yang dilakukan Serikat Pekerja (SP) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) baru-baru ini.

Mitra Pelindo II itu mengapresiasi langkah cepat dari pemerintah, manajemen Pelindo II, dan JICT yang membuat aksi industrial itu tidak sampai menimbulkan gangguan.

Kekecewaan itu terjadi karena Hutchison telah berhasil mengubah JICT menjadi terminal peti kemas kelas dunia. JICT juga telah memberikan peningkatan yang sangat signifikan dalam hal kesejahteraan karyawan.

"Kami sangat percaya kepada manajemen JICT untuk menyelesaikan insiden yang sangat disayangkan ini melalui mekanisme yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan," kata Chief Executive Officer PT Hutchison Port Indonesia (HPI), Rianti Ang, di Jakarta, Kamis 110 Agustus 2017.

Rianti menambahkan, selama 18 tahun bermitra, Hutchison Ports and Pelindo II telah melakukan investasi lebih dari USD330 juta dalam bentuk peralatan baru, teknologi, dan infrastruktur pendukung lainnya di JICT.

Berkat investasi tersebut, JICT berubah menjadi terminal peti kemas terbaik di Indonesia ataupun di Asia.

Mengenai perpanjangan kerja sama antara JICT, Hutchison Ports, and PT Pelindo II, Hutchison Ports berpendapat bahwa proses tersebut telah dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melibatkan pemangku kepentingan yang relevan.

"Perpanjangan kontrak dilakukan untuk meningkatkan kapasitas JICT dan mendukung visi pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur pelabuhan di Indonesia," ujarnya.

Sebagai investor yang telah lama di Indonesia, ke depan Hutchison Ports tetap berkomitmen untuk terus melanjutkan keterlibatan di Indonesia.

Hutchison Ports tetap yakin bahwa pemerintah Indonesia akan secara serius menyelesaikan persoalan yang merusak citra Indonesia di dunia internasional. Hutchison Ports juga ingin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, Pelindo II, dan direksi JICT atas dukungan dan kerja sama selama berlangsungnya aksi industrial yang dilakukan pekerja JICT.




Bergulir ke Pengadilan

Kepala Suku Dinas Ketenagakerjaan (Sudinaker) Jakarta Utara, Dwi Untoro, menyatakan bahwa legalitas mogok kerja Serikat Pekerja JICT pada 3-7 Agustus lalu merupakan kewenangan pengadilan.

"Kami sebagai pihak Sudinaker hanya penengah dari masalah pekerja dan perusahaan, bukan memutuskan legal dan ilegal. Soal itu wilayah pengadilan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu 9 Agustus.

Secara terpisah, Vice President JICT Riza Erivan menyebutkan kebijakan yang dilakukan perusahaan sudah dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku.

"Surat Peringatan yang kami keluarkan sudah sesuai perjanjian kerja bersama (PKB). Itu bukanlah intimidasi kepada karyawan, melainkan sebagai sarana pembinaan agar pekerja tidak melakukan pelanggaran yang bisa merugikan banyak pihak. Apalagi JICT ini kan termasuk objek vital nasional," kata Riza.

Ia menambahkan pihaknya tidak melihat ada hak-hak normatif pekerja di dalam UU Naker 2003 dan PKB yang dilanggar sehingga kami menyatakan mogok kerja itu tidak sah. Oleh sebab itulah, tegasnya, direksi mengeluarkan surat peringatan. (Media Indonesia)


(AHL)