Penerapan B20 Bisa Terealisasi Maksimum Bulan Ini

Nia Deviyana    •    Jumat, 08 Feb 2019 05:19 WIB
cpo
Penerapan B20 Bisa Terealisasi Maksimum Bulan Ini
Biodiesel. Dok;Medcom.

Jakarta: Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan optimistis penerapan B20 bisa seratus persen terealisasi bulan ini. Adapun hingga 7 Februari 2019, penerapannya tercatat baru mencapai 92 persen.

"Harapan saya bulan ini sudah seratus persen," ujar Paulus usai rapat koordinasi di Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, 7 Februari 2019.

Paulus menerangkan cuaca buruk menjadi kendala utama yang membuat penerapan B20 belum maksimal, di samping kendala teknis seperti adanya pergantian pemasok bahan bakar di lapangan. 

"Dari Kementerian Perhubungan mengakui telah mengeluarkan peringatan cuaca ombak tinggi dan sebagainya, memang benar jadi terhambat. Jadi kalau cuaca membaik, saya percaya pelaksanaannya bisa naik jadi 100 persen," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menargetkan penggunaan B20 pada tahun ini lebih optimal. Hal ini dilakukan dengan konfigurasi sebanyak 29 titik serah, sehingga untuk 2019 pemerintah menetapkan target penyaluran Fatty Acid Methyl Esters (FAME) sebesar 6,2 juta kiloliter (kl).

FAME merupakan minyak nabati atau lemak hewan yang telah melalui proses esterifikasi atau transesterifikasi. Dengan begitu, minyak sawit ini bisa dipakai 100 persen untuk seluruh kendaraan diesel. Sehingga program B20 ini mengkombinasikan 80 persen solar dan minyak sawit 20 persen.

Adapun pada 2018, penyaluran B20 tercatat sebesar 3,47 juta kl dari target penyaluran FAME sebesar 4,04 juta kl, dengan rincian penyaluran B20 untuk Public Service Obligation (PSO) 2,72 juta kl atau 94 persen periode Januari hingga Desember 2018.  

Sedangkan penyaluran B20 untuk Non-PSO 758.072 kl atau 66 persen selama periode September sampai dengan Desember 2018.


(SAW)