Kementerian BUMN Kebut Holding Infrastruktur dan Perumahan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 16 Jan 2019 20:36 WIB
bumninfrastruktur
Kementerian BUMN Kebut <i>Holding</i> Infrastruktur dan Perumahan
Menteri BUMN Rini Soemarno. Medcom/Ayu.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengejar pembentukan holding infrastruktur dan perumahan. Progres pembentukan payung hukum kedua holding tinggal menunggu tanda tangan para menteri.

"Peraturan Pemerintah (PP) itu harus diberikan ke menteri-menteri untuk diparaf. Beberapa menteri sudah (paraf) tinggal satu dua menteri yang belum," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

Rini menargetkan PP tersebut rampung secepatnya sehingga dua holding yang memang direncanakan terbentuk secara berbarengan itu cepat teralisasi. "Oh iya tinggal nunggu sebentar Insyaallah dalam satu dua minggu lagi," ucap Rini singkat.

Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mempercepat pembentukan holding infrastruktur serta holding perumahan dan pengembangan kawasan.

Holding BUMN Infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai lead holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero).

Sementara Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan beranggota tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding. Anggota holding perumahan terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), dan PT Bina Karya (Persero).

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro sebelumnya meyakini jika pembentukan dua holding tersebut dapat meningkatkan kapasitas BUMN dalam mendukung pembangunan nasional. Hal itu dikarenakan akan ada kenaikan nilai aset, yang kemudian akan mendongkrak kemampuan leverage sehingga kemampuan BUMN pun akan meningkat.

 


(SAW)