Penambahan Impor Jagung Tekan Harga di Tingkat Peternak

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Jan 2019 17:04 WIB
jagungBerita Kemendag
Penambahan Impor Jagung Tekan Harga di Tingkat Peternak
Jagung. MI/Bagus Suryo.

Jakarta: Pemerintah kembali melakukan penambahan impor jagung sebanyak 30 ribu ton tahun ini. Penambahan impor untuk mengisi kekosongan pasokan pakan ternak agar harga tidak melambung tinggi.

"Panen jagung Maret-April masih ada kekosongan dan harga belum turun sehingga peternak telur masih kesulitan," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

Darmin menambahkan ketersediaan jagung impor sebanyak 100 ribu ton pada 2018 akan habis pada Februari. Karenanya, realisasi distribusi jagung impor 30 ribu ton tersebut bakalan dilakukan pada Maret 2019.

"Itu sudah akan 100 persen dari 100 ribu ton dan panen masih April. Jadi ada 30 ribu ton itu akan habis Februari akhir," ungkap mantan gubernur Bank Indonesia ini.

Kementerian Pertanian sebelumnya menyebutkan keputusan pemerintah membuka impor jagung tambahan sebesar 30 ribu ton karena harga jagung pakan di tingkat peternak masih tinggi. Harga jagung di tingkat petani masih berkisar Rp5.800 per kilogram. 

Adapun Kementerian Perdagangan tengah mengurus persetujuan impor yang telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas lintas lembaga. Prosesnya saat ini masih menunggu penugasan Bulog.

"Sudah mengajukan dari Bulog, ini sedang berproses, kan Bulog baru bisa impor kalau sudah ada penugasan dari Menteri BUMN," ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan pada Senin, 7 Januari 2019.



(SAW)