Pembiayaan Syariah jadi Alternatif Pembangunan Infrastruktur

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 10 Oct 2018 16:12 WIB
IMF-World Bankkeuangan syariah
Pembiayaan Syariah jadi Alternatif Pembangunan Infrastruktur
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti -- Foto: Antara/ Jefri Tarigan

Nusa Dua: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong investor dan para pelaku keuangan syariah di Indonesia untuk terlibat dalam pembiayaan infrastruktur. Pembiayaan ini dikhususkan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).  

"Bila melihat kebutuhan Indonesia akan pembangunan infrastruktur saat ini, masih ada gap yang harus kita isi. Karena itu, menerapkan pembiayaan berbasis syariah dalam KPBU merupakan platform alternatif yang baik untuk skala lokal maupun global," katanya dalam diskusi yang bertemakan 'Investor Roundtable on Islamic Infrastructure Finance', di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Rabu 10 Oktober 2018.

Menurutnya, berbagai negara telah melibatkan swasta sebagai solusi pembiayaan dan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya, menggunakan dana investasi berbasis syariah untuk menjembatani kebutuhan pendanaan antara pihak swasta dan pemerintah.

Potensi pelibatan keuangan syariah ini sangat besar terutama jika melihat perkembangan ekonomi syariah. Dalam satu dekade terakhir, keuangan Islam menjadi salah satu segmen yang berkembang pesat dalam industri keuangan global.  

"Karena itu saya berharap, dengan melibatkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam kerja sama pemerintah dan Badan Usaha, maka akan berpeluang untuk mendatangkan pandanaan yang cukup besar dari para investor Muslim yang selama ini enggan terlibat dalam pembiayaan berbasis konvensional," ungkapnya.

Berdasarkan laporan terbaru, infrastruktur global membutuhkan sekitar USD3 triliun sampai USD4 triliun per tahun hingga 2030. Sementara pendanaan yang tersedia dari pemerintah dan Multilateral Development Bank per tahun, hanya sekitar USD300 miliar.

McKinsey mencatat investor institusional memiliki dana sebesar USD120 triliun yang tersimpan di bank. Karena itu, pihak swasta memiliki kesempatan besar dalam memainkan peran penting untuk mengatasi kesenjangan pendanaan tersebut.

Pembahasan soal pembiayaan infrastruktur berbasis syariah di ajang Pertemuan Tahunan IMF-WBG ini adalah atas kerjasama Grup Bank Dunia dengan Bank Pembangunan Islam (IDB). Forum ini diharapkan bisa menghasilkan berbagai pemikiran dan platform yang bernilai bagi para pengambil kebijakan dan para investor, khususnya dalam hal pembiayaan infrastruktur.

 


(Des)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA