2018, SMI Siapkan Komitmen Pembiayaan Rp78,7 Triliun

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 08 Dec 2017 10:36 WIB
sarana multi infrastruktur
2018, SMI Siapkan Komitmen Pembiayaan Rp78,7 Triliun
Direktur Utama SMI Emma Sri Martini (kiri). (FOTO: MI/Immanuel)

Yogyakarta: PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menggenjot pembangunan infrastuktur di wilayah Indonesia bagian tengah, timur, dan daerah bagian terluar pada 2018.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan ini akan menambah pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur pada tahun tersebut.

Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan pihaknya menyiapkan komitmen pembiayaan sebesar Rp78,7 triliun pada 2018. Andai terealisasi, nilai tersebut tumbuh 22,39 persen dibandingkan komitmen pembiayaan sepanjang tahun ini sebesar Rp64,3 triliun.

"Sebesar Rp66,4 triliun di antaranya ini komitmen pembiayaan komersial. Lalu diikuti pembiayaan pemerintah daerah Rp4,4 triliun, pembiayaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) eks-Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Rp4,4 triliun, dan pembiayaan berkelanjutan Rp371 miliar," kata Emma dalam acara temu media di Yogyakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Meski pembiayaan akan ditingkatkan, realisasi pembangunan masih bergantung pada political will atau kemauan politik pemerintah daerah. Sebab, pendanaan pembangunan infrastruktur untuk pemerintah daerah harus memenuhi syarat tiga kali berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tak memiliki tunggakan ke pemerintah pusat, serta proyeksi pembangunan infrastruktur masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Emma menuturkan sejumlah proyek yang jadi target pembiayaan dengan berdasarkan rencana pemerintah daerah diantara proyek jalan Pemkab Simalungun senilai Rp350 miliar, RSUD Pemkab Tabanan (Rp201 miliar), dan pasar Pemkab Tapanuli Utara (Rp127,8 miliar).

Meski komitmen pembiayaannya mencapai Rp78,7 triliun, ia melanjutkan, perseroan membidik target outstanding pembiayaan sebesar Rp47,1 triliun. Emma menganggap target outstanding pembiayaan lebih kecil karena kucuran dananya masih bergantung perkembangan setiap proyek infrastruktur yang dibiayai.

Berdasarkan catatan perseroan pada hingga Oktober 2017, komitmen pembiayaan yang dikeluarkan sebesar Rp50,84 triliun, dengan outstanding pembiayaan Rp32,51 triliun.
"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan 13,24 persen dan 6,79 persen," katanya.

Ia menambahkan, perseroan tak ingin dijadikan alat politik pada 2018. Sebab, pembiayaan dana yang besar itu bersamaan dengan gelaran Pilkada serentak di 171 daerah pada 27 Juni 2018.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA