Hingga Akhir 2017, Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 94,91%

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 10 Jan 2018 17:40 WIB
pameran kelistrikan
Hingga Akhir 2017, Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 94,91%
Ilustrasi (ANT/M Agung Rajasa).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga akhir tahun lalu rasio elektrifikasi nasional mencapai 94,91 persen. Capaian ini lebih tinggi dari target rasio elektrifikasi yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar 92,75 persen.

"Akhir Desember 2017 bahwa rasio elektrifikasi kita mencapai 94,91 persen. Ini di atas target 2017," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 10 Desember 2018.

Berdasarkan data Kementerian ESDM rasio elektrifikasi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada dua tahun terakhir yakni 2015 dan 2016 tercatat rasio elektrifikasi sebesar 88,3 persen dan 91,16 persen. 

Adapun untuk capaian rasio elektrifikasi 2017, Andy menyebut hanya terdapat dua daerah yang belum mencapai 70 persen. Kedua daerah tersebut adalah Papua dan NTT dengan masing-masing persentase rasio elektrifikasi sebesar 60,74 persen.

"Itu rata-rata di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan)," imbuh dia.

Sementara untuk 2018, Andy melanjutkan, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sebesar 95,15 persen. Ia yakin target tersebut akan tercapai dengan adanya program 35 ribu Megawatt (MW) yang sedang dikerjakan oleh PLN dan perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

"Target 2018 sebesar 95,15 persen akan terlampau dengan adanya program 35 ribu MW oleh PLN dan IPP," jelas dia.

Di sisi lain, Andy juga menjelaskan, kapasitas pembangkit yang terpasang hingga akhir 2017 sebesar 60 Gigawatt (Gw). Kapasitas ini tidak sesuai harapan sebab masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 62 MW. 

"Ini (install kapasitas) ada sedikit kurang dari target sebesar 62 Gw. Namun untuk 2018 kita targetkan 65 Gw. Ini bisa terlampaui," pungkas dia.

(SAW)