Perusahaan Pelat Merah Diharap Berpartisipasi di 10 Ruas Tol Milik Waskita

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 09 Nov 2017 15:07 WIB
waskita karyakementerian bumn
Perusahaan Pelat Merah Diharap Berpartisipasi di 10 Ruas Tol Milik Waskita
Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sedang menawarkan 10 ruas tol yang dimiliki anak usahanya PT Waskita Toll Road kepada para investor. Proses lelang telah terjadi hingga akhir September lalu, namun belum ada kesepakatan harga antara perusahaan dan calon pembeli.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengungkapkan, pemerintah menginginkan jalan tol milik Waskita dijual khusus untuk Trans Jawa mayoritas dibeli oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Karena, bisa menjadikan perusahaan pelat merah bisa berperan penuh atau menjadi operator di tol Trans Jawa.

"Beberapa yang nyambung kita usahakan dipegang satu tangan. Jadi Trans Jawa kan ada yang Jasa Marga minoritas, ini yang coba dibeli dulu sama Jasa Marga. Supaya dia mayoritas, jadi operator seluruh Trans Jawa, nyambung. Di luar itu boleh swasta," kata Ahmad Bambang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Dia menuturkan, dari total 10 jalan tol yang dijual, tujuh di antaranya merupakan satu kesatuan di Trans Jawa. Ketika dijual ke swasta, pastinya tol Trans Jawa tidak sepenuhnya dimiliki oleh Jasa Marga. ‎"Ini lagi diatur seperti itu, kalau di luar Trans Jawa seperti Tok Becakayu itu boleh. Kita lagi evaluasi bareng," jelas Ahmad.

Jasa Marga sendiri, tuturnya, mempunyai keterbatasan kemampuan untuk membeli jalan tol Trans Jawa yang dimiliki Waskita Toll Road. Pemerintah saat ini sedang mengatur rencana agar BUMN lainnya bisa berpartisipasi dalam membeli ruas-ruas tol tersebut.

"Kita bisa gunakan cara lain, PTPP misalnya bisa menalangi dulu, nanti dialihkan lagi. Itu caranya saja yang penting kepentingan nasional satu jalur ini satu tangan. Jasa Marga pegang dari ujung ke ujung, dia enggak 100 persen tapi mayoritas supaya jadi operator, boleh 54 persen ataau 55 persen. Nanti lihat kemampuannya masing-masing," tutur Ahmad Bambang.

Ketika mendapat keseluruhan tol Trans Jawa, Ahmad Bambang mengaku, banyak manfaat yang didapatkan, salah satunya bisa memberikan ruang bagi UKM untuk berjualan di rest area yang dibangun di sana.

"Kalau swasta kan jadi seperti sekarang UKM disuruh bayar lima tahun langsung, kan UKM mana punya uang," pungkas dia.


(AHL)