Tahun Ini, BPJS Kesehatan Diprediksi Defisit Lebih dari Rp10 Triliun

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 04 Oct 2017 19:26 WIB
bpjs kesehatan
Tahun Ini, BPJS Kesehatan Diprediksi Defisit Lebih dari Rp10 Triliun
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diprediksi mengalami defisit lebih dari Rp10 triliun tahun ini. Apalagi defisit telah dirasakan oleh BPJS Kesehatan sejak Januari hingga Agustus 2017.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, defisit juga sudah terjadi sejak BPJS Kesahatan berdiri. Pada 2014, defisit mencapai Rp3,3 triliun, 2015 meningkat jadi Rp5,7 triliun, dan 2016 kembali meningkat hingga Rp9,7 triliun.

"Menteri Kesehatan memperkirakan defisit tahun ini hanya Rp10 triliun, tapi melihat data hingga Agustus yang mencapai Rp 8,52 triliun saya kira defisitnya akan lebih besar," kata dia dalam sebuah diskusi di Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu 4 Oktober 2017.

Dirinya menambahkan, defisit yang dialami BPJS Kesehatan karena adanya missmatch antara iuran BPJS dan pembiayaan klaim. Semester I-2017, iuran peserta tercatat hanya mencapai Rp35,96 triliun, sementara pembiayaan klaim mencapai Rp 41,18 triliun.

"Persoalan defisit ini terkait satu, masalah kinerja direksi bagaimana operasionalnya, inputnya bisa dikendalikan, mutunya ditingkatkan. Tapi bukan hanya sekadar BPJS Kesehatan, inputnya juga terkait political will pemerintah," jelas dia.

Kenaikan iuran peserta memang diatur oleh pemerintah sehingga BPJS Kesehatan tidak bisa serta merta menaikannya. Namun Timboel berpendapat jika tahun depan iuran tidak dinaikan maka defisit di BPJS Kesehatan diprediksi akan lebih besar dibandingkan tahun ini.

"Harusnya pemerintah menaikkan iuran, tapi karena masalah fiskal dan sebagainya (pemerintah belum memutuskan kenaikan iuran). Ini yang kita sebut pemerintah belum punya politik anggaran untuk program JKN ini," pungkasnya.

 


(AHL)