Sandiaga Kumpulkan Data Karyawan Alexis yang Terancam PHK

Desi Angriani    •    Jumat, 10 Nov 2017 19:35 WIB
penutupan hotel alexiswisata halal
Sandiaga Kumpulkan Data Karyawan Alexis yang Terancam PHK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) DKI menolak proses perpanjangan permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) griya pijat dan hotel yang diajukan PT Grand Ancol Hotel atau dikenal Alexis. Mulai 27 Oktober, Alexis telah dilarang melanjutkan kegiatannya dalam dua unit usaha itu karena dugaan praktik prostitusi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tengah mengumpulkan data karyawan Alexis yang terancam dirumahkan atau PHK. Mereka bisa mengikuti program OK OCE dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya ingin Alexis diikhlaskan jadi Al-Ikhlas, kemarin yang dirumahkan saya minta daftarnya, mau dimasukkan ke program oke oce," katanya dalam focus group discussion (FGD) potensi wisata halal Indonesia di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Sandiaga mengatakan, mereka bisa bekerja di bidang perhotelan atau pun restoran. Sebab para karyawan Alexis sudah memiliki pengalaman yang cukup di sektor tersebut.

"Mereka sudah lama bekerja di sana pasti pengalamannya juga banyak jadi resepsionis dan lain lain," imbuh dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengaku pernah didatangi pengusaha Alexis sstelah izin operasi tidak diperpanjang.

Tini mengatakan, tempat hiburan harus memenuhi ketentuan dan izin yang dipersyaratkan pemprov DKI untuk meneruskan izin usaha. Selama hal tersebut tidak dipenuhi,  pihaknya tidak dapat memberikan perpanjangan izin operasi.

"Saya bilang jalankan bisnis sesuai izin dan jangan pernah minta perlindungan terhadap aktivitas yang melanggar tidak ada hal itu tidak ada uang jago," imbuh Tini.

Sebelumnya manajemen Alexis belum berencana menempuh jalur hukum terkait tak diperpanjangnya izin usaha. Manajemen masih berupaya membangun komunikasi dengan Pemprov DKI.

"Sejauh ini belum ada arah ke sana (jalur hukum)," tegas juru bicara Alexis Lina Novita kepada Metrotvnews.com.

Hotel dan griya pijat Alexis ditutup sementara per 31 Oktober 2017. Hampir 150 pekerja di griya pijat dan hotel harus dirumahkan.

 


(AHL)