BCA tak Pasang Pertumbuhan Kredit Ambisius

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 08 Mar 2018 20:16 WIB
bca
BCA tak Pasang Pertumbuhan Kredit Ambisius
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (MI/IMMANUEL ANTONIUS).

Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA tak memasang target pertumbuhan kredit yang ambisius untuk tahun ini. Meskipun tahun lalu BCA mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pencapaian industri perbankan, namun tahun ini BCA tak ingin memasang target terlalu tinggi.

"Tahun ini masih agak konservatif dalam memproyeksikan pinjaman, single digit lah (pertumbuhan kredit)," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 8 Maret 2018.

Pada tahun 2017, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp468 triliun. Sedangkan untuk tahun ini, BCA hanya menargetkan pertumbuhan kredit mampu tumbuh sembilan sampai 10 persen saja.

Meskipun target tidak terlalu tinggi, BCA akan tetap berupaya menjaga momentum pertumbuhan kredit tetap positif. Terlebih lagi kondisi likuiditas diyakini tetap tersedia, di mana saat ini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BCA sebesar 23,1 persen.

"Likuiditas sangat mencukupi. Kalau ada kesempatan untuk meningkatkan pinjaman, situasi kondusif, (maka BCA akan berusaha meningkatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi)," jelas dia.

Di samping itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BCA dalam kondisi yang rendah. Tahun lalu rasio NPL gross tercatat sebesar 1,5 persen, sedangkan NPL net berada pada posisi 0,4 persen.

"NPL sudah memadai, sudah mengalami penurunan, sudah banyak di-write off (hapus buku). NPL akan terus ada, tidak bisa zero, yang penting bisa dikendalikan wajar," pungkasnya.


(SAW)