Investasi Emas untuk Jangka Panjang

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 17 Apr 2018 15:01 WIB
emas
 Investasi Emas untuk Jangka Panjang
Illustrasi. Medcom/Kautsar Widya Prabowo.

Jakarta: Masyarakat Indonesia masih menjadikan emas sebagai prioritas dalam berinvestasi, lantaran dianggap paling aman. Peningkatan investasi tersebut harus diimbangi harus dengan rencana jangka panjang (long term) dalam berinvestasi.

"Investasi emas jangan liat short term, tapi long term karena pergerakan logam mulia trennya meningkat, enggak pernah turun," ujar Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Sandra Sunanto di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

Ia menambahkan peningkatan investasi emas dapat didukung dengan Compound Annual Growt Rate (CAGR) pada 2016 yang mencapai 13 persen. Pihaknya memproyeksi investasi emas akan terus tumbuh seiring dengan peluang anak muda yang semakin melirik investasi emas. 

"Industri perhiasan emas saya kira terus berkembang, berdasarkan dari euro monitor CAGR-nya mencapai 13 persen dan akan naik hingga 16 persen," tambah dia.

Selain itu, dalam kondisi politik atau gejolak ekonomi, harga emas diyakini terus mengalami peningkatan. Terlebih konflik perang dagang yang terjadi di Amerika Serikat dan Tingkok justru mendorong kenaikan harga emas. 

"Terakhir harga logam mulia Rp590 ribu, angka tersebut naik signifikan dari Maret 2017 yang sebesar Rp500 ribu. Kenaikan dipicu perang dagang AS dan Tiongkok," jelas dia. 

Sementara itu, berdasarkan data PT Aneka Tambang Tbk, Selasa, 17 April 2018 harga emas batangan mencapai Rp658 ribu per gramnya, angka tersebut naik Rp2.000 dengan posisi awal Rp656 ribu per gramnya. 



(SAW)