LPS Perkirakan Kenaikan Suku Bunga Kredit Tidak Cepat

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 07 Jun 2018 07:48 WIB
bank indonesiabi ratesuku bungalpsrepo
LPS Perkirakan Kenaikan Suku Bunga Kredit Tidak Cepat
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan dan sejumlah langkah yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait suku bunga dinilai tidak membuat transmisi kenaikan suku bunga kredit terjadi secepat mungkin. Hal itu lantaran suku bunga kredit menyesuaikan dengan suku bunga deposito.

Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS Halim Alamsyah membenarkan bahwa kenaikan suku bunga kredit tidak secepat kenaikan suku bunga deposito dalam merespons kenaikan suku bunga acuan. Industri perbankan di Indonesia akan berhati-hati guna menekan sejumlah risiko termasuk potensi mengetatnya likuiditas.

"Berdasarkan pengalaman saya kalau dari BI rate atau LPS rate menuju deposito itu berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan (kenaikan) suku bunga kredit," kata Halim, di Jakarta, Rabu malam, 6 Juni 2018.

Menurut Halim penyesuaian suku bunga deposito biasanya terjadi sekitar satu bulan setelah terjadinya kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral. Sementara untuk suku bunga kredit, penyesuaian yang terjadi biasanya memerlukan waktu satu hingga satu setengah tahun.

Jika perbankan Tanah Air lebih dahulu menaikkan suku bunga deposito dibandingkan dengan suku bunga kredit, Halim menambahkan, tidak ditampik aksi korporasi itu bisa membuat margin bunga bersih atau Net Interest Marjin (NIM) perbankan tertekan.

"Namun kita lihat saja bank-bank kan punya rencana bisnis dalam RBB. Kalau targetnya enggak tercapai maka bank menilai permintaan kreditnya cukup kuat mungkin perilaku mereka akan jaga NIM. Nah ini berati suku bunga kredit akan naik," pungkas dia.

 


(ABD)