BI: Pengendalian Inflasi Syarat Pertumbuhan Ekonomi NTT

   •    Senin, 17 Oct 2016 09:44 WIB
bank indonesiaekonomi daerah
BI: Pengendalian Inflasi Syarat Pertumbuhan Ekonomi NTT
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Kupang: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pengendalian gejolak tingkat inflasi harga barang menjadi salah satu syarat pencapaian target pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Pengendalian ini penting agar gerak inflasi tidak liar dan nanti memberi dampak terhadap perekonomian.

"Ada daerah yang hanya fokus mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dan mengabaikan upaya-upaya pengendalian inflasi," kata Kepala Perwakilan BI NTT Naek Tigor Sinaga, seperti dikutip dari Antara, di Kupang, Senin (17/10/2016).

Menurut dia, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah pengendalian inflasi agar tidak terlalu tinggi melampaui rata-rata target yang telah ditetapkan, selain menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru seperti pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pendekatan klaster atau kelompok pengendalian infasi.

Baca: BI Taksir Inflasi di Bawah 3,5%

"Pengendalian inflasi ini penting dilakukan karena apabila sulit dikendalikan maka akan sangat mengganggu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga berdampak terhadap pencapaian target pertumbuhan," jelasnya.


Logo Bank Indonesia di Kompleks Kantor Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Pada sisi ini, peran TPID sangat penting untuk mengendalikan inflasi selain pendekatan klaster yang dipandang strategis karena pengembangannya dilakukan dari hulu-hilir. Karena itu, lanjutnya, perlu komitmen dan kerja sama setiap pemangku kepentingan, terutama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Baca: BI Khawatirkan Inflasi 2017 Naik

"Dalam penentuan kebijakan, BI selalu memilih untuk tidak mengambil langkah ekstrem yang berbentuk corner solution tapi berusaha melihat dan menimbang semua aspek, terutama tentu saja proyeksi dan sasaran inflasi hingga dapat dirancang suatu interior solution," pungkasnya.

 


(ABD)