Luhut Menyayangkan Praktik Suap Meikarta

Desi Angriani    •    Selasa, 16 Oct 2018 14:52 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
Luhut Menyayangkan Praktik Suap Meikarta
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyayangkan kasus suap proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Diduga pengembang Lippo Group menjanjikan Rp13 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin untuk memudahkan perizinan.

"Tentu harus mengikuti proses hukum. Hanya kita sayangkan kenapa seperti itu," kata Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Menurut Luhut, kasus tersebut harus diselesaikan secara hukum agar proyek Meikarta tetap bisa berjalan ke depan. Padahal, katanya, megaproyek Kota Baru Meikarta dapat meningkatkan dinamika perekonomian kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta dapat mengintegrasikan Jakarta dan Bandung.

"Saya kira biarkan saja proses hukum berjalan, enggak ada masalah. Kalau proyek ya proyek. Bahwa ada masalah teknis seperti di dalam, ya, harus diselesaikan," tegas mantan Menkopolhukam ini.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya terjerat kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Bersama Neneng dan Billy, penyidik juga ikut menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka yakni konsultan Lippo Group Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT), serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA