Pariwisata, Kunci Atasi Defisit

   •    Minggu, 11 Nov 2018 14:26 WIB
pariwisata
Pariwisata, Kunci Atasi Defisit
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: Sektor pariwisata diyakini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi defisit transaksi berjalan (curent account deficit/CAD). Sebab devisa yang dihasilkan dari sektor tersebut bisa dirasakan langsung manfaatnya.

"Devisa yang cepat bisa diperoleh dengan cara menggaet wisatawan untuk berkunjung ke pusat-pusat pariwisata nasional. Kemudian juga membuat tujuan wisata baru untuk memperluas pasar tujuan wisata," ujar guru besar sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro kepada Media Indonesia, Minggu, 11 November 2018.

Seperti diketahui, Jumat, 9 November 2018 lalu, Bank Indonesia (BI) merilis defisit transaksi berjalan triwulan III sebesar USD8,8 miliar atau 3,37 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu lebih tinggi daripada defisit triwulan sebelumnya sebesar USD8,0 miliar atau 3,02 persen dari PDB.

Menurut BI, peningkatan defisit transaksi berjalan itu dipengaruhi penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa. Penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Peningkatan defisit neraca perdagangan migas terjadi seiring dengan meningkatnya impor minyak di tengah naik-nya harga minyak dunia. Menurut Ari, kebijakan pemerintah menangani defisit neraca perdagangan sudah baik. Namun, hal itu belum teratasi sepenuhnya akibat perang dagang Amerika Serikat versus Tiongkok.

Menurut dia, perlu cara lain mengatasi defisit neraca berjalan. Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah supaya mengatur waktu impor BBM dan barang modal supaya defisit neraca berjalan tidak terus melebar. Kemudian perlu pula menggenjot sektor pariwisata untuk mendapatkan dana segar atau devisa.

"Perlu mengatur timing dari impor barang yang berpengaruh besar terhadap neraca berjalan. Itu seperti BBM dan barang modal, jangan dilakukan dalam waktu bersamaan," terangnya.

Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan kebijakan pemerintah mempersempit defisit neraca berjalan belum maksimal. Cara yang terbaik ialah dengan meningkatkan foreign direct investment (FDI) dan kepercayaan investor supaya banyak dana yang masuk.

"Seharusnya yang didorong untuk menekan CAD ialah FDI. Sayangnya FDI terus mengalami penurunan sehingga perlu meningkatkan kepercayaan investor," kata Yose.


(SAW)