Pangkas Dwelling Time Jadi 2,5 Hari, Pemerintah Utamakan Kehati-hatian

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 21 Sep 2016 13:48 WIB
dwelling time
Pangkas <i>Dwelling Time</i> Jadi 2,5 Hari, Pemerintah Utamakan Kehati-hatian
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan tetap mengutamakan kehati-hatian meski telah memangkas lamanya waktu bongkar-muat peti kemas di pelabuhan (dwelling time). Dengan rata-rata waktu dwelling time mencapai 3,5 hari diharapkan bisa dipersingkat kurang dari tiga hari.

"Ada catatan memberikan waktu tapi jangan hilangkan kehati-hatian, kita berikan dua hari (hingga Jumat) untuk eveluasi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Laksamana Pertama TNI Hardjo Susmoro menambahkan, prinsip kehati-hatian untuk menjaga keamanan nasional. Sebab bisa saja dari mobilisasi barang di pelabuhan terdapat barang ilegal atau terlarang.

"Faktor kecepatan diperlukan, tapi kecepatan jangan mengabaikan kehati-hatian, karena dengan sistem ini ada stakeholder yang belum sempat ceklist, setelah barang keluar butuh pengawasan lebih tepat, lebih kepada keamanan nasional," jelas dia.

Sementara itu, pihak TNI tetap mendukung percepatan pelaksanaan dwelling time di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Pengawasan yang tepat hanya akan diterapkan pada barang-barang yang diindikasikan berbahaya.

"Selama belum ada indikasi mengancam keamanan kami mendukung percepatan dwelling time. Namun jika ada informasi barang itu perlu perhatian kita akan lakukan pengawasan lebih tepat," pungkas Hardjo.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA