Bayar Rp370 Ribu, TKI Peroleh Banyak Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 30 Jul 2017 13:32 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Bayar Rp370 Ribu, TKI Peroleh Banyak Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Tulungagung: Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah meluncurkan program perlindungan jaminan sosial bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI). Dengan adanya program tersebut, para pahlawan devisa ini bakal meraih sejumlah manfaat.

‎Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan, skema perlindungan TKI lewat BPJS Ketenagakerjaan bisa dimulai sejak sebelum TKI ditempatkan, saat penempatan hingga TKI balik lagi ke tanah air Indonesia. Untuk meraih perlindungan tersebut, TKI hanya membayar iuran sebesar Rp370 ribu.

"Iuran sebesar Rp370 ribu untuk sekali bayar, para calon TKI atau TKI sudah mendapat perlindungan dalam 2 program, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKm (Jaminan Kematian)," ujar Agus, ditemui dalam acara 'Launching Transformasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi TKI oleh Kemenaker' di Pendopo Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Minggu 30 Juli 2017.



Manfaat lain dari program ini, Agus menyebutkan, TKI bisa mendapatkan beasiswa atau pelatihan kerja yang didapatkan oleh anak dari calon TKI atau TKI yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

"Anak dari peserta yang meninggal dunia juga diberikan beasiswa sampai lulus sarjana atau diberikan pelatihan kerja. Ini merupakan manfaat dari program JKK, selain juga untuk ahli warisnya berhak mendapatkan Rp85 juta," terang dia.

Bukan hanya itu saja, lanjut Agus, TKI pun mendapatkan perlindungan lainnya saat penempatan kerja di luar negeri seperti meninggal dunia, baik meninggal biasa maupun karena tindak kekerasan fisik, pemerkosaan atau pelecehan seksual, cacat total tetap, cacat anatomis maupun cacat kurang fungsi yang juga masuk dalam perlindungan JKK.

"Kami juga memberikan perlindungan atas risiko hilang akal budi yang dikategorikan sebagai kasus kecelakaan kerja jika terjadi saat TKI bekerja di luar negeri. Selama TKI bekerja di Luar Negeri, perlindungan atas risiko JKK ini diberikan selama 24 jam 7 hari seminggu," papar Agus.

Untuk program ini, Agus menekankan, BPJS Ketenagakerjaan telah menjalankan koordinasi dengan seluruh ‎stakeholder untuk pelaksanaan perlindungan TKI.

"‎Diharapkan semua pihak dapat mendukung implementasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi TKI, karena sebagai pahlawan devisa, negara harus terlibat untuk menjamin kesejahteraan para TKI dan anggota keluarganya," pungkas Agus.

 


(SAW)