Dari Januari hingga Mei 2017

Rokok Masih Menjuarai Penerimaan Bea Cukai Indonesia

Raiza Andini    •    Selasa, 16 May 2017 17:42 WIB
tembakau
Rokok Masih Menjuarai Penerimaan Bea Cukai Indonesia
Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia Heru Pambudi. Raiza Andini

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia Heru Pambudi menjelaskan bahwa rokok atau tembakau masih menjuarai penerimaan bea cukai di Indonesia.

Berdasarkan data realisasi penerimaan DJBC per 1 Januari 2017 hingga 10 Mei 2017 tercatat dari sistem pelayanan dan pengawasan yang diawasi langsung oleh pusat Informasi dan Teknologi Dirjen Bea Cukai (Ceisa) hasil tembakau masih nomor wahid dalam memberikan pemasukan negara.

Dalam data tersebut target APBN dari hasil tembakau sebesar Rp149 triliun sedangkan dari 1 Januari 2017 hingga 10 Mei 2017 baru mencapai Rp20,5 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding periode Januari 2016 hingga Mei 2016 yakni Rp20,3 triliun.




"Penerimaan Januari sampai Apri kemarin kita sudah menunjukan recovery karena dibandingkan dengan tahun kemaren kita sudah surplus dibandingkan year on year ini memang sesuai perkiraan kita yang polanya sudah kita ketahui," ungkap Heru di acara pertemuan Dirjen Bea Cukai se-ASEAN di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa 16 Mei 2017.

Menurutnya dengan adanya pola baru di penerimaan cukai membuat peningkatan pemasukan yang cukup signifikan. Dia menambahkan cukai rokok pada bulan pertama dan kedua mengalami penurunan sebagai dampak dari dua kebijakan.

"Yang pertama itu kenaikan tarif sebelumnya di mana mendorong pabrikan-pabrikan itu untuk bisa menbeli lebih awal dengan memanfaatkan peluang dengan tarif yang baru yang kedua adalah kita memberlakukan PMK 20 yang mensyaratkan semua pembayaran tahun harus berjalan di tahun itu juga," tambahnya.

Dengan adanya dua kebijakan tersebut, tidak ada lompat tahun dalam pembayaran cukai. 

"Inilah yang menyebabkan bulan januari dan februari menurun dan sudah menjadi pola yang baru selama dua tahun terakhir. Alhamdulillah bulan april sudah recovery sehingga bulan april kemarin aampai bulan mei penerimaan kita sudah bisa melebihi tahun kemarin," pungkas dia. 





(SAW)