Perlu Optimalkan Sentra Produksi Atasi Impor Beras

   •    Rabu, 19 Apr 2017 09:54 WIB
stok berasbulogimpor beras
Perlu Optimalkan Sentra Produksi Atasi Impor Beras
Ilustrasi (MI/PALCE AMALO)

Metrotvnews.com, Kupang: Pengamat Pertanian Agribisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Leta Rafael Levis menilai semua pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus mengoptimalkan beberapa sentra produksi padi untuk mengurangi impor beras.

"Optimalisasi ini penting dilakukan paling kurang untuk menurunkan beras yang disuplai Bulog NTT setahun sebanyak 120 ton dan dan menaikkan produksi beras dari petani yang selama ini hanya bisa memenuhi lima persen kebutuhan beras untuk seluruh NTT," kata Leta, seperti dikutip dari Antara, di Kupang, Rabu 19 April 2017.

Akibatnya, kata dia, tidak jarang pemerintah daerah setempat harus menerima kenyataan bahwa sekitar 95 persen kebutuhan akan beras bagi penduduk NTT harus didatangkan dari NUsa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.



Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang itu mengatakan hal tersebut terkait upaya mengurangi beras antarpulau dari ketiga daerah tersebut yakni di NTB, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Ia menyebut, di NTT ada sejumlah daerah yang telah dijadikan sentra produksi padi dan beras.

Adapun sentra produksi padi dan beras seperti di antaranya Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Kabupaten Ngada), Kabupaten Kupang, Belu, Rote Ndao dan Sumba Barat. "Tidak semua beras di semua kabupaten dibeli Bulog. Bulog hanya beli di beberapa sentra produksi beras yang berdasarkan laporan dan analisis pasar memungkinkan untuk dibeli," ungkapnya.

"Karena itu setiap tahun Bulog Divisi Regional (Divre)  NTT melalui program Bulog Mart telah membeli beras dari para petani sebanyak 2.700 ton dari target pembelian 15.000 ton pada tahun ini," pungkasnya.

 


(ABD)

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

11 hours Ago

Penerapan kebijakan HET yang dikeluarkan Kemendag dinilai akan menjadi panduan konsumen dalam m…

BERITA LAINNYA