Mandiri Salurkan KUR Rp8,7 Triliun sepanjang Semester I

Suci Sedya Utami    •    Senin, 09 Jul 2018 13:17 WIB
bank mandirikur
Mandiri Salurkan KUR Rp8,7 Triliun sepanjang Semester I
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Antara/Yusran).

Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) sepanjang semester I-2018 telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp8,72 triliun. Capaian itu sebesar 56,8 persen dari target hingga akhir tahun sebesar Rp14,5 triliun.

Pejabat Eksekutif Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan perseroan membidik kenaikan target penyaluran di tahun ini. Dia mengatakan dari plafon KUR yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp120 triliun, masih ada seklitar Rp3 triliun slot yang sengaja dan belum teralokasi pada perbankan penyalur.

"Ada sekitar Rp3 triliun dari kuota pemerintah yang belum dialokasikan. Kita harap kita bisa dapat tambahan dari itu, kita maunya dapat tambahan signifikan," kata Alexandra di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Alexandra mengatakan dari realisasi penyaluran tersebut memang yang teralokasi untuk sektor produksi baru sebesar 40,3 persen. Diharapkan hingga akhir tahun bisa mencapai di atas 50 persen sesuai dengan mandat dari pemerintah yang menginginkan agar KUR lebih diprioritaskan untuk sektor produktif dibanding konsumtif.

Dirinya mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan KUR di sektor produksi khususnya untuk pertanian yakni dengan adanya program digitalisasi dan kewirausahaan pertanian yakni logistik tani (logtan).

Selama ini perbankan agak kesulitan memberikan KUR untuk pertanian karena harus memvalidasi ulang data terkait petani calon debitur dan juga lahan. Logtan membantu  memastikan keterpaduan, validitas, dan akurasi berbagai data pertanian. Adapun KUR ke pertanian Mandiri saat ini porsinya sebesar 19 persen.

"Dengan adanya Logtan tersebut ketahuan profil petaninya, lahannya yang mana, jadi datanya sudah clear, terus kita bisa mengejar realisasi KUR-nya karena kita enggak usah mengejar verifikasi data sendiri. Semua tinggal kita tarik dari sistem," jelas dia.

Lebih lanjut dia menambahkan dengan adanya Logtan diharapkan bisa menekan kredit macet (non performing loan) yang memiliki porsi satu persen secara total.

"Iya diharapkan demikian bisa menekan NPL," jelas dia.

 


(AHL)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA