Empat PMA Tanamkan Investasi USD40 Juta di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 11 Jul 2018 20:35 WIB
investasi di batam
Empat PMA Tanamkan Investasi USD40 Juta di Batam
Batam (Medcom/Anwar Sadat).

Batam: Investor asal Tiongkok dan Korea melirik Pulau Batam untuk berinvestasi. Empat investor dari kedua negara itu bahkan telah menanamkan modalnya sebesar USD40 juta. Keempat PMA itu akan membangun industrinya di Batam dalam waktu dekat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana, di sela-sela menerima kunjungan balasan investor Tiongkok ke Kota Batam, Rabu, 11 Juli 2018.

Maruf mengatakan, para investor dari kedua negara telah menjajaki kawasan industri di Batam untuk membangun industrinya. Keempat industri yang akan dibangun tersebut yakni industri kaos kaki, fiber untuk aksesoris mobil, bahan baku kain, dan benang nilon.

"Industri-industri baru yang segera beroperasi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri, khususnya Batam. Kami di Kadin Kepri menyambut positif kehadiran investor asing menanamkan modalnya di Batam," ujar Maruf kepada Medcom.id, Rabu, 11 Juli 2018.

Dengan masuknya investor baru tersebut, Maruf yakin pertumbuhan ekonomi di Batam hingga akhir tahun ini mencapai lima persen. Dia juga optimistis ekonomi Batam tahun depan tumbuh hingga lebih dari tujuh persen.

Selain investor Tiongkok dan Korea, kata Maruf, pada akhir Agustus 2018 nanti sebanyak 26 investor asal Jepang juga berkunjung ke Batam. Investor dari negeri Sakura tersebut juga akan menanamkan modalnya di Batam.

"Ini membuktikan bahwa Pulau Batam menjadi tujuan investasi berorientasi ekspor. Ini sekaligus menjadi momentum untuk menggairahkan kembali perekonomian Batam," ujarnya.

Maruf menambahkan, dalam kunjungannya ke Batam, investor Tiongkok dan Korea langsung bergerak cepat menyiapkan segala sesuatunya agar bisa segera mengoperasikan industrinya di Batam.

"Mereka langsung action. Melakukan berbagai persiapan agar empat industri yang dibangun di Batam dapat segera beroperasi. Kami perkirakan, empat industri baru ini akan menyerap ratusan tenaga kerja," pungkas Maruf.

Sebelumnya, Kadin Kepri bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan kunjungan promosi investasi di Pulau Batam ke Tiongkok. Di sana, rombongan Kadin dan BP Batam bertemu dengan beberapa investor, termasuk pengusaha yang tergabung dalam Scrap Plastic Association (CSPA).

Dalam kunjungan tersebut, BP Batam dan Kadin Kepri menandatangani beberapa kerja sama (MoU) dan komitmen investasi dengan sejumlah investor Tiongkok. Bahkan dalam dua hari promosi investasi di negara tersebut, Kadin Kepri dan BP Batam mampu menjaring dua investor lewat penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Discovering Resources dan Xiamen King Shining Trading.

Pada 20 April 2018, ada satu penandatanganan MoU antara Kadin Kepri dan Asosiasi Plastik di China. Sekadar diketahui, Tiongkok adalah negara kedua terbanyak jumlah proyek investasi di Batam dengan delapan perusahaan dan total investasi USD20,17 juta pada 2017.


(SAW)