Jokowi Boyong Komitmen Investasi Korsel Rp91,9 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Senin, 10 Sep 2018 19:41 WIB
investasi
Jokowi Boyong Komitmen Investasi Korsel Rp91,9 Triliun
Korsel. Dok:AFP.

Jakarta: Kunjungan balasan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan membuahkan hasil berupa komitmen investasi sebesar USD6,2 miliar atau setara Rp91,97 triliun (kurs tengah Bank Indonesia Rp14.835 per USD).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Jokowi kali ini juga dimaknai dengan penandatanganan 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi yang sifatnya business to business antara private sector Indonesia dan Korea Selatan, serta satu nota kesepahaman antara BKPM dengan Hyundai Motor Company.

"Dengan ditandatanganinya 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi tersebut diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik," kata Thomas dalam keterangan resmi, Senin, 10 September 2018.

Thomas mengatakan berbagai upaya dalam pertemuan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kerja sama dan investasi Negeri Gingseng tersebut pada sektor utama dan otomotif di Tanah Air.

"Hal ini harus direspons secara positif, apalagi kerja sama tersebut dapat membidik pasar ASEAN dan Australia. Hal ini harus kita manfaatkan ditambah lagi Indonesia akan punya Free Trade Agreement (FTA) dengan Australia," tutur Thomas.

Kerja sama Korea Selatan dan Indonesia khususnya di sektor otomotif diharapkan dapat mendukung masterplan industri otomotif di Indonesia dan dapat menumbuhkan industri komponen dan supply chain di dalam negeri.

"Yang paling penting itu adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha," imbuh Thomas.

Kunjungan yang dilakukan Jokowi juga merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in ke Indonesia November tahun lalu. Salah satu agenda Jokowi di Korea Selatan yakni menghadiri pertemuan Business Forum dengan asosiasi dan perusahaan-perusahaan Korea Selatan.

Pada kesempatan tersebut Jokowi menyampaikan beberapa hal dalam rangka penguatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Korea khususnya di bidang kerja sama industri manufaktur dan mengundang pelaku usaha Korea untuk berpartisipasi dalam program "Making Indonesia 4.0" yang merupakan visi industri di Indonesia yang akan merangkul perubahan-perubahan yang terjadi dalam revolusi industri.

Selain itu mantan Gubernur DKI Jakarta juga mengajak pelaku usaha Korea untuk memanfaatkan potensi besar Indonesia di sektor pariwisata, lifestyle industry, dan industri kreatif.

Berikut beberapa kesepakatan bisnis dan daftar komitmen investasi yang diumumkan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Seoul, Korea Selatan :




 


(SAW)