Disperindag Tingkatkan Pemantauan dan Pengawasan Jaga Stabilitas Harga Pangan

   •    Kamis, 28 Jun 2018 16:03 WIB
kedaulatan panganpangan
Disperindag Tingkatkan Pemantauan dan Pengawasan Jaga Stabilitas Harga Pangan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Manado: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkatkan pemantauan dan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga pangan setelah perayaan Lebaran 2018. Langkah itu dianggap penting agar masyarakat tidak terbebani dengan liarnya kenaikan harga bahan pangan.

"Pengawasan ke pedagang pengumpul dan distributor rutin dilakukan, juga pemantauan harian di pasar tradisional," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Kamis, 28 Juni 2018.

Hanny menyatakan pihaknya telah membentuk tim pemantau harga dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional setiap hari. Langkah itu agar pergerakan harga dan stok terpantau setiap hari. Selain itu, tambahnya, pemantauan juga dilakukan di 15 kabupaten dan kota di Sulut sehingga saling berkoordinasi daerah mana yang mengalami kekurangan stok.

"Pergerakan harga dan stok yang besar di salah satu kabupaten akan berdampak pada daerah lain," jelasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya juga menjalin komunikasi yang baik dengan para distributor dan pedagang sehingga jika terjadi kekosongan maka pasokannya akan difasilitasi pemerintah. Saat ini, tuturnya, harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulut masih dalam kondisi stabil dan aman.

Harga beras di kisaran Rp9.450 untuk beras medium Bulog hingga Rp12.500 per kilogram jenis premium. Gula pasir seharga Rp12.500 per kg, minyak goreng Rp12 ribu per kg, dan tepung terigu Rp9.000 per kg. Harga daging sapi Rp110 ribu per kg, daging ayam ras Rp35 ribu per kg, daging ayam kampung Rp70 ribu per ekor, dan telur ayam Rp1.600 per butir.

"Harga bawang merah Rp40 ribu per kg, bawang putih Rp30 ribu per kg, cabai rawit Rp45 ribu per kg, cabai merah keriting Rp28 ribu per kg, dan tomat sayur Rp10 ribu per kg," pungkasnya.

 


(ABD)