Tahun Depan, Kementan akan Tambah Seribu TTI

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 15 Nov 2017 12:03 WIB
berita kementan
Tahun Depan, Kementan akan Tambah Seribu TTI
(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Gowa: Saat ini, Toko Tani Indonesia (TTI) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah mencapai 3 ribu unit. Tahun depan, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menambah seribu TTI.

"Di Makassar saja ada 144 TTI," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi, di Desa Paraikate, Kecamatan, Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu 15 November 2017.

BKP Kementan akan membangun TTI Center di setiap ibu kota provinsi. Nantinya, TTI Center tidak akan mengarah ke penjualan ritel, namun sebagai pusat distribusi pangan untuk memasok ke TTI wilayah sekitar.

Sumber pasokan pangan tersebut berasal Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM). "Akan didata dulu, katakanlah TTI A butuh 5 ton, TTI B 10 ton. Setelah itu kebutuhannya, LUPM bisa langsung kirim ke TTI. Tidak harus lewat TTIC," ujarnya.

Agar lebih mudah dan akurat, pihaknya tengah merancang sebuah aplikasi agar pemesanan pasokan pangan dari LUPM ke TTI bisa melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi, LUPM bisa memasok ke TTI sesuai dengan kebutuhan.


Pemilik TTI Kiki, Hajah Salma (Foto:Gervin Nathaniel Purba)

"Jadi itu akan buat aplikasinya, isitilahnya e-commerce. Akhir November kita akan launching, di TTI Center Jakarta. Kita praktikkan dulu Jabodetabek. (Dengan e-commerce)  lebih murah karena dia memotong rantai pasok, tidak ada inventory cost, dari produsen langsung ke TTI," kata Agung.

Pemilik TTI Kiki, Hajah Salma mengatakan ia sudah dua tahun menjual beras TTI yang dipasok dari LUPM. Ia menjual beras dengan kemasan 2 kg senilai Rp16 ribu, dan 5 kg senilai Rp40 ribu. Beras TTI diklaim sangat disukai masyarakat sekitar.

"Saya lebih suka jual kayak begini karena bagus kualitasnya. Masyarakat menyambutnya positif," kata Hajah Salma, saat ditemui di Jalan Swadaya Nomor 9, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengaku bisa menjualnya hingga 20 bungkus per hari. Selain menjual beras TTI, Hajah Salma  juga membuka warung di tempat yang sama.


(ROS)