Kementerian BUMN Bahas Kepastian 10 Ruas Tol Waskita

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 09 Nov 2017 15:14 WIB
waskita karya
Kementerian BUMN Bahas Kepastian 10 Ruas Tol Waskita
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang akan menjalankan rapat dengan pihak-pihak terkait untuk mencari perusahaan BUMN mana saja yang bisa menalangi pembelian 10 ruas tol yang dimiliki anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yakni PT Waskita Toll Road.

"Hari ini akan rapat dengan pihak terkait untuk cari BUMN mana saja yang bisa menalangi pembelian ruas tol (Waskita Toll Road)," kata Ahmad Bambang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Setelah menjalankan rapat, Ahmad Bambang mengharapkan penjualan 10 ruas tol bisa direalisasikan pada tahun ini. Dengan begitu, Waskita Karya bisa meraih dana yang cukup untuk menutupi segala kebutuhannya.

Tujuh ruas tol milik Waskita Toll Road yang sedang dilego yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Solo-Matingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Pasuruan-Probolinggo. Ketujuh ruas tol ini tersambung dengan Trans Jawa.

Sedangkan tiga ruas tol lainnya yang merupakan non Trans Jawa, terdiri dari, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan Kayu Agung-Palembang-Betung.

Pria yang akrab dipanggil AB ini berharap penjualan ruas 10 tol milik Waskita Toll Road bisa diserap oleh perusahaan pelat merah. Jika, perusahaan swasta masuk, maka pemerintah tidak punya kuasa sepenuhnya dengan tol Trans Jawa.

"Beberapa yang nyambung kita usahakan dipegang satu tangan. Jadi Trans Jawa kan ada yang Jasa Marga minoritas, ini yang coba dibeli dulu sama Jasa Marga. Supaya dia mayoritas, jadi operator seluruh Trans Jawa, nyambung. Di luar itu boleh swasta," tutur AB.

Adapun dari total 10 jalan tol yang dijual, tujuh di antaranya merupakan satu kesatuan di Trans Jawa. Ketika dijual ke swasta, pastinya tol Trans Jawa tidak sepenuhnya dimiliki oleh Jasa Marga. ‎"Ini lagi diatur seperti itu, kalau di luar Trans Jawa seperti Tok Becakayu itu boleh. Kita lagi evaluasi bareng," jelas Ahmad Bambang.

Jasa Marga sendiri, tutur dia, mempunyai keterbatasan kemampuan untuk membeli jalan tol Trans Jawa yang dimiliki Waskita Toll Road. Pemerintah sendiri sedang mengatur rencana agar BUMN lainnya bisa berpartisipasi dalam membeli ruas-ruas tol tersebut.

 


(AHL)