BRI Minta Pelonggaran GWM Primer Jadi 5%

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Apr 2017 13:10 WIB
brigiro wajib minimum
BRI Minta Pelonggaran GWM Primer Jadi 5%
Direktur Utama BRI Suprajarto (kedua dari kanan). (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI meminta pelonggaran rasio Giro Wajib Minimum (GWM) Primer kepada Bank Indonesia (BI). Adanya pelonggaran ini diharapkan bisa menambah likuiditas di perseroan yang bisa digunakan untuk ekspansi bisnis usaha.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, saat ini pihaknya mengalami pengetatan likuiditas dengan kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 93 persen. Peningkatan ini mempengaruhi kemampuan Bank BRI dalam menyalurkan kredit kepada nasabah.

"Kita sedang melakukan berbagai sinergi terutama untuk pertumbuhan DPK, kita juga meminta BI merelaksasi beberapa aturan dan ini terkait dengan LDR. Relaksasi LDR mungkin ke GWM, sudah kita mintakan ke mereka ada terkait dengan penurunan GWM," ujarnya di Kantor Pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Baca: BI Terbitkan Aturan GWM Rata-Rata April Ini

Dirinya menambahkan, pendanaan di BRI saat ini didominasi oleh dana mahal. Oleh karena itu perseroan sangat hati-hati dalam menggunakan dana tersebut untuk kredit. Walaupun kredit BRI pada kuartal I-2017 mampu tumbuh 16,4 persen.

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berharap jika pelonggaran GWM Primer bisa menjadi lima persen. Saat ini GWM Primer yang ditetapkan oleh BI adalah sebesar 6,5 persen.

"Kita kan pernah lima persen GWM-nya, dana (DPK) kami sekarang Rp700 triliun, jadi nanti dihitung saja 1,5 persen, dari 6,5 persen turun ke lima persen lalu dikali Rp700 triliun, jadi tambahannya itu sekitar Rp10 triliun," jelas dia.

Tambahan dana hingga Rp10 triliun, kata dia, bisa menambah kemampuan bank dalam menjalankan ekspansi bisnis. Utamanya adalah dalam memberikan kredit sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita mau ekspansi lebih cepat lagi harus didukung dari ekosistemnya. Kalau GWM diturunkan jumlah yang tersimpan di BI kan berkurang maka itu kembali ke perbankan dan bisa dipakai untuk ekspansi," pungkasnya.

 


(AHL)