Economic Challenges

Menjegal Spekulan dengan Peraturan

   •    Rabu, 17 May 2017 10:02 WIB
kenaikan harga
Menjegal Spekulan dengan Peraturan
Ilustrasi pedagang sembako di pasar tradisional. (foto: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak sepakat dengan pendapat bahwa pedagang di pasar-pasar tradisional kerap menaikkan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan hingga Idul Fitri usai. Kenaikan harga sebetulnya bukan berasal dari pedagang.

"Pedagang ini hanya korban spekulan, jadi dia terpaksa menjual. Kalau harga mahal akibat spekulasi itu penjualannya juga tidak lancar," ujar Enggartiasto, dalam Economic Challenges, Selasa 16 Mei 2017.

Kenaikan harga komoditas pangan yang selalu berulang setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri tak pelak membuat geram. Tak hanya masyarakat, pemerintah yang berupaya menjaga harga agar tetap stabil pun kerap 'dikadali' oleh para spekulan.

Karenanya, melalui peraturan menteri perdagangan Enggartiasto menyatakan perang kepada para spekulan. Peraturan itu mewajibkan seluruh distributor, sub distributor, dan agen wajib mendaftarkan usahanya.

"Posisi stok, gudang dan kantornya wajib didaftarkan. Kalau kami menemukan ada stok dan gudang yang tidak terdaftar kami langsung segel dan tidak akan kami izinkan lagi untuk berdagang," katanya.

Enggar menyatakan tegas akan menegakkan aturan tersebut. Salah satu contoh yang pernah dilakukan adalah penyegelan usaha buah segar yang tidak memiliki izin. Izin usaha belum keluar, sementara barang sudah datang.

"Kita beri police line dan dibuka saat buah sudah busuk. Jadi para spekulan kami pastikan akan rugi. Kami akan cari, usut dan dia akan berhadapan dengan hukum dan tidak akan bisa berdagang lagi," tegas Enggar.




(MEL)