Alumni IPB: Kursi Mentan Bisa Diisi Siapa Saja

M Studio    •    Sabtu, 09 Sep 2017 13:56 WIB
berita kementan
Alumni IPB: Kursi Mentan Bisa Diisi Siapa Saja
Mentan Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi kunjungan ke daerah. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Muhamad Karim, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 27, tak berkeberatan menteri pertanian (mentan) dijabat lulusan dari perguruan tinggi manapun. Dorongan agar pos mentan diisi jebolan IPB merupakan cara pandang yang pragmatis dan keliru.

"Saya sebagai alumni IPB, tidak sepakat dengan cara pandang yang kacamata kuda begitu," kata Karim di Bogor, Sabtu 9 September 2017.

Menurut Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim (PK2PM) ini, kalau ada pihak yang berkeberatan dengan kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ataupun Kementerian Pertanian (Kementan), sebaiknya disampaikan secara proporsional.

"Kritik saja, apakah menulis di media atau apa, bukan ujuk-ujuk ganti menteri," tegas Dosen Universitas Trilogi Jakarta ini.

Klik: Mentan Amran Sulaiman Kebanjiran Apresiasi

Karim pun mengajak senior-senior IPB dan kampus manapun yang peduli dengan perkembangan pertanian Tanah Air turut urun rembug memikirkan cara memajukan sektor agraria.

Presiden Joko Widodo sempat mengeluhkan sedikitnya lulusan IPB yang terjun ke sektor pertanian. Lulusan IPB malah banyak berkiprah di berbagai perusahaan pelat merah.

Karenanya, di sela Dies Natalies ke-54 IPB, 6 September, Jokowi mengajak perguruan tinggi negeri tersebut terus bermitra dengan pemerintah dalam mengembangkan inovasi di sektor pertanian.

Kemudian, Rifda Amarinna, alumni IPB Angkatan 20,  mengusulkan agar kursi mentan diisi dari almamaternya dengan dalih banyak kesulitan mengakses lahan pertanian hingga sulit mendapatkan akses pembiayaan bank.

Menurut Rico Simanjuntak, alumni IPB Angkatan 27, pernyataan Rifda sarat kepentingan pribadi. Soalnya, meragukan kemampuan dari pihak-pihak lain.

Dia menyarankan Rifda berpikir jernih dan rasional, bahkan introspeksi, sehingga bisa menjaga nama besar almamater IPB.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merupakan peraih gelar sarjana hingga doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, dengan fokus di sektor pertanian. Posisi menteri menjadi hak prerogatif seorang presiden, termasuk nomenklatur lembaga.

 


(TRK)