Terbatasnya Jalur Pelayaran jadi Kendala Ekspor

Nia Deviyana    •    Rabu, 14 Nov 2018 18:17 WIB
ekspor-impor
Terbatasnya Jalur Pelayaran jadi Kendala Ekspor
Ekspor. MI/RAMDANI.

Jakarta: Jalur pelayaran yang terbatas menjadi salah satu masalah yang membebani ekspor. Akibatnya, Indonesia terpaksa bergantung pada kapal asing yang memiliki jalur langsung untuk mengirim barang.

"Kita butuh kapal yang punya jalur pelayaran langsung ke luar negeri, berarti kapalnya harus skala menengah sampai besar. Ini yang belum banyak dimiliki perusahaan besar indonesia, jadi kita tergantung pada kapal-kapal asing yang memang dia sudah lama sekali menguasai bidang itu," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Dengan kondisi demikian, Bambang mengatakan harus dilakukan upaya memperkuat pelaku industri kapal di Indonesia. Selain itu, harus ada lebih banyak rute langsung dari Indonesia ke pelabuhan tujuan guna menekan biaya.

"Apakah itu ke Eropa, Amerika, atau Asia Timur, masalah rute ini harus jadi fokus," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bambang menekankan pentingnya penguatan di sektor maritim untuk perekonomian yang lebih baik. Caranya dengan memaksimalkan produksi ikan dan mengolahnya agar lebih bernilai.

Seperti diketahui, FAO memprediksi pasar seafood dunia pada 2024 mencapai 240 juta ton, yang mana 160 juta ton di antaranya adalah dari perikanan budidaya. Melihat peluang itu, Indonesia memiliki target untuk meningkatkan produksinya sebanyak 20 persen dari tahun lalu yang sebesar 6,8 juta ton ikan tangkap dan 16,1 juta ton ikan budidaya.

"Saya mau suatu saat kalau orang cari produsen seafood kalengan itu ingatnya Indonesia," pungkasnya.


(SAW)