Sebanyak 79 Ribu Ton Beras Impor Belum Masuk ke Gudang Bulog

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 11 Apr 2018 20:41 WIB
bulogberas impor
Sebanyak 79 Ribu Ton Beras Impor Belum Masuk ke Gudang Bulog
Ilustrasi. (Foto: Antara/Andreas).

Jakarta: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mencatat beras impor yang telah masuk ke Indonesia sebesar 421 ribu ton dari target 500 ribu ton. Sementara itu, 79 ribu ton sisanya belum masuk ke gudang Bulog.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menjelaskan berdasarkan pencatatan kepabeanan akhir Maret telah selesai, namun kekurangan itu tergantung waktu beras tersebut masuk ke gudang.

"Masih ada sisa 79 ribu ton itu belum masuk gudang (Bulog). Cuma waktu pencatatan di Bulog tergantung kapan masuk gudang. Jadi aman lah," ujarnya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Ia menambahkan pihaknya telah menerima surat persetujuan penyaluran beras impor dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Untuk itu, Bulog akan segera menindaklanjuti dengan menyiapkan teknis operasional dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Kalau bicara cadangan beras pemerintah, maka kewenanganya di Pak Mendag. Atas kewenangan itu saya lihat kemarin sudah membuatkan surat artinya kami tinggal mempersiapkan teknis operasional satu sampai dua hari," jelasnya.

Selain itu, surat persetujuan mengenai penyaluran beras impor belum mencantumkan jumlah kuota beras yang akan disalurkan, termasuk harga beras yang ditetapkan nantinya. Oleh sebab itu, nanti akan ditetapkan kembali usai Bulog melaporkan kesiapan penyaluran beras kepada Kementerian Perdagangan.

"Sementara surat Mendag belum bicara tonase (jumlah beras) sehingga nanti telah skema operasionalnya kami siapkan. Kami akan lapor ke Mendag berapa banyak, karena yang menghitung berapa harga dia," pungkasnya.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA