Bos Panasonic: Pelemahan Rupiah Bukan Hal Baru

Ilham wibowo    •    Sabtu, 08 Sep 2018 12:30 WIB
pertumbuhan ekonomirupiah melemahkurs rupiahekonomi indonesia
Bos Panasonic: Pelemahan Rupiah Bukan Hal Baru
Rachmat Gobel (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dianggap tetap memberikan dampak positif sebagai peluang peningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini pun perlu jadi momentum untuk melakukan ekspansi produk ekspor.

"Pengalaman saya sebagai pengusaha, rupiah melemah ini momentum untuk bangun ekspor. Kita sudah alami berkali-kali dan sudah ada proses dan bukan hal baru," ujar Pengusaha Rachmat Gobel, dalam sebuah diskusi di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Pimpinan Panasonic Gobel Group ini menyebut pelemahan rupiah perlu dilihat sebagai peluang dalam menyasar pasar ekspor. Seluruh produksi dengan material dalam negeri bakal mengalami nilai tambah yang cukup baik saat berada di pasar dunia.

"Bagi saya ini peluang, bukan ancaman, bagaimana bisa dorong ekspor dari Indonesia," tuturnya.

Momentum ini juga dinilai baik untuk mengubah cara pandang pemanfaatan kekayaan alam dan potensi industri di Tanah Air. Menurut Rachmat saat ini para pengusaha nasional maupun daerah cenderung lebih suka mengekspor barang mentah. Artinya nilai tambah yang dihasilkan dimanfaatkan oleh industri besar di negara lain.

"Berulang kali saya sampaikan naikkan nilai tambah hasil bumi kita. Visi kita ini masih dagang semua belum ke industri, di daerah juga harus ada keinginan, ini yang kurang," papar mantan Menteri Perdagangan ini.  

Upaya pemerintah yang fokus membangun infrastruktur juga perlu dimanfaatkan untuk menggenjot pasar dalam negeri. Kemudahan ini dianggap bonus sebagai negara dengan pasar terbesar di ASEAN lantaran ongkos distribusi menjadi berkurang.

"Sekarang infrastruktur sudah baik, bagaimana mendorong daya saing yang sudah semakin kuat ini semakin baik, beda dengan sebelumnya yang terus mesti melakukan impor," pungkasnya.


(ABD)