Defisit Neraca Perdagangan Positif bagi Industri

Desi Angriani    •    Rabu, 16 May 2018 17:51 WIB
neraca perdagangan indonesia
Defisit Neraca Perdagangan Positif bagi Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menilai defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,63 miliar pada April lalu berdampak positif bagi sektor industri. Hal itu menyusul banyaknya impor barang kebutuhan modal dan bahan baku yang menunjukkan tingginya kebutuhan industri.

"Kalau capital goods artinya realisasi investasi kalau realisai investasi kan positif," ungkap Airlangga sesuai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Airlangga menambahkan tingginya realisasi impor hingga tumbuh 34 persen atau mencapai USD16,09 miliar menunjukkan tingginya kebutuhan industri dan aktivitas ekonomi dalam negeri. Artinya ekspor masih bisa dipacu dengan melakukan diversifikasi dari komoditas maupun memberikan berbagai fasilitas fiskal berupa insentif pajak.

"Harapannya ke depan kita akan memacu ekspor. Salah satu yang dibahas bagaimana memacu ekspor fasilitas apa yang diberikan untuk memacunya," tutur dia.

Sementara itu, beberapa kebijakan fiskal yang mampu mendorong ekspor antara lain adanya insentif untuk investasi tambahan, investasi untuk ekspansi dan pendidikan. Adapun insentif pajak yang tengah digodok untuk industri antara lain tax holiday, super deductible tax, dan finalisasi tax allowance.

"Sektornya yang difinalisasi karena Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diperjelas berapa jumlahnya kemudian dasar hukumnya dan sebagainya," pungkas dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada Januari dan Februari 2018 masing-masing senilai -USD756 juta dan -USD52,9 ju‎ta. Neraca Perdagangan Indonesia sempat mengalami surplus senilai USD1,1 miliar pada Maret 2018.

Namun neraca perdagangan kembali defisit pada April 2018. Hal ini menjadikan neraca perdagangan sepanjang Januari sampai April sudah mengalami defisit senilai -USD1,3 miliar.

 


(AHL)